ANALISIS PENGARUH AKSESIBILITAS FASILITAS KESEHATAN TERHADAP PEMANFAATAN LAYANAN KESEHATAN IBU DALAM PERWUJUDAN TARGET PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN-3
RAHMI BUDHY F, Dr. Evita Hanie Pangaribowo, MIDEC
2019 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMIFenomena tingginya angka kematian ibu masih menjadi permasalahan tersendiri dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. Hingga masa berakhirnya MDGs pada tahun 2015, rasio kematian ibu di Idonesia mencapai angka 305 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu intervensi yang berhasil mengurangi rasio kematian ibu adalah penggunaan layanan perawatan antenatal. Namun kendala jarak dan waktu tempuh seringkali menjadi kendala bagi ibu hamil dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tren perkembangan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia, menganalisis apakah waktu perjalanan ke fasilitas kesehatan dapat dikategorikan sebagai waktu perjalanan yang ideal dalam mendukung empat kali atau lebih kegiatan pemeriksaan kehamilan dan menganalisis kegiatan pemeriksaan kehamilan untuk wanita hamil berdasarkan kondisi geografis. Penelitian ini menggunakan data pooled cross section dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) pada tahun 2000, 2007 dan 2014 dengan metode analisis yang digunakan adalah kemungkinan maksimum dengan model probit. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa waktu perjalanan ke fasilitas kesehatan tidak secara signifikan mempengaruhi jumlah kunjungan antenatal dalam penelitian ini.
The phenomenon of the high maternal mortality rate is still a problem in realizing the health status of people in Indonesia. Until the end of the MDGs in 2015, the ratio of maternal mortality in Indonesia reached 305 per 100.000 live births. One of the interventions that succeeded in reducing the maternal mortality ratio was the use of antenatal care services. But the distance and travel time constraints are often an obstacle for pregnant women in utilizing available health services. The purpose of this study was to analyze trends in the development of health care facilities in Indonesia, to analyze whether travel time to health facilities could be categorized as an ideal travel time in supporting four or more prenatal activities and analyzing pregnancy screening activities for pregnant women based on geographical conditions. This study uses pooled cross section data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) in 2000, 2007 and 2014 with the analysis method used is the maximum probability with probit models. Overall, it can be concluded that the travel time to health facilities did not significantly affect the number of antenatal visits in this study.
Kata Kunci : angka kematian ibu, layanan kesehatan ibu, pembangunan berkelanjutan, waktu tempuh