Laporkan Masalah

Teknik dan Metode Penerjemahan Dongeng Fabel dalam Buku Bedtime Favorites (Kumpulan Kisah Menjelang Tidur)

DYAN PARAMITHA A.P., Dr. Sajarwa, M. Hum.

2019 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

penerjemahan lima dongeng fabel dalam buku karya sastra anak berjudul Bedtime Favorites yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Kumpulan Kisah Menjelang Tidur. Teori yang digunakan untuk menganalisis kelima dongeng tersebut adalah teori teknik dari Molina & Albir (2002), serta teori metode dan orientasi oleh Newmark (1988). Jumlah total data yang dianalisis dan dikaji dalam studi ini adalah 580 data. Metode penelitian yang diterapkan dalam kajian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu: pemerolehan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Setelah observasi mengenai teknik, metode, dan orientasi dalam lima dongeng fabel dilakukan, ditemukan bahwa teknik yang dominan diaplikasikan adalah teknik penerjemahan harfiah dan teknik padanan lazim, metode yang paling signifikan diterapkan adalah metode penerjemahan semantis sedangkan orientasi dari hasil terjemahan condong pada teks sumber atau foreinisasi. Orientasi foreinisasi, yang diterapkan dalam produk terjemahan kelima dongeng fabel yang diteliti, ditujukan untuk menghasilkan terjemahan yang memiliki makna yang dekat dengan teks sumber dan mengenalkan dunia hewan yang diceritakan dalam teks sumber.

This research study discussed about translation technique, translation method, and translation orientation of five fables in a children book entitled Bedtime Favorites that was translated into Indonesia, entitled Kumpulan Kisah Menjelang Tidur. Theories applied in this study were translation technique theory proposed by Molina Albir (2002), translation method and translation orientation theory suggested by Newmark (1988). The total number of data used in this research study was 580 data. Research method employed in this study was data collection, data analysis, and presentation of analyzed data. After observing the translation techniques, methods, and orientation of the fables, the result showed that the most frequent translation techniques applied by the translator were literal translation and established equivalent technique, the translation method dominantly appeared in the translation product was semantic translation, and the translation orientation employed was foreignizing translation. The use of foreignizing translation aimed to make the translation product close to the source texts in terms of contextual meaning and to introduce animal life written in the source texts.

Kata Kunci : teknik penerjemahan, metode penerjemahan, orientasi penerjemahan, karya sastra anak

  1. S2-2019-419245-abstract.pdf.pdf  
  2. S2-2019-419245-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2019-419245-tableofcontent.pdf.pdf  
  4. S2-2019-419245-title.pdf.pdf