DEGRADASI PROTEIN DALAM RUMEN DAN KECERNAAN FRAKSI PROTEIN TIDAK TERDEGRADASI DALAMINTESTINUM DARI BEBERAPA LEGUME
Hadi, Aminul , Dr. Ir. Hari Hartadi, MSc.
1997 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui degradasi protein dalam rumen dan kecernaan fraksi protein yang tidak terdegradasi dalam intestinum dari beberapa legume ( Gliricidia sepium, Leucaena leucocephala, Centrosema pubescens dan jerami kedelai). Penelitian ini menggunakan 3 ekor sapi Peranakan Friesien Holstein yang difistulasi bagian rumen dan 2 ekor sapi Peranakan Friesien Holstein yang difistulasi bagian duodenumnya. Ransum yang diberikan yaitu rumput gajah dan konsentrat dengan imbangan 70:30 dengan PK ransum 12,56%. Keempat sampel diinkubasikan ke dalam dalam rumen selama 2, 4, 8, 16, 24, dan 48 jam untuk memperoleh data degradasi teori (DT) dari BK dan PK. Residu hasil inkubasi dalam rumen selama 16 jam digunakan untuk menghitung kecernaan fraksi tidak terdegradasi dalam intestinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DT BK (%) adalah 76,63; 71,05; 68,50 dan 62,51 (P<0.01) untuk G. sepium, L. leucocephala, jerami kedelai dan C. pubescens. DT PK (%) adalah 75,60; 75,37; 69 ,54 dan 68,17 < P<0.01) untuk G. sepium, jerami kedelai, C. pubescens dan L. leucocephala. Kecernaan (%) di dalam intestinum dari fraksi yang tidak terdegradasi untuk BK adalah 17,78; 15,36; 14,74 dan 13,78 (P<0.01) untuk G. sepium, C. pubescens, jerami kedelai dan L. leucocephala , kecernaan (%) di dalam intestinum dari fraksi yang tidak terdegradasi untuk PK adalah 58 ,10; 53,37; 38,96 dan 19,09 (P<0.05) untuk G. sepium, jerami kedelai, C. pubescens dan L. leucocephala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G. sepium merupakan legume yang terbaik dibandingkan dengan lainnya. Kata Kunci: Degradasi, Rumen, Intestinum, Protein Kasar, Bahan Kering.
The experiment was conducted to determine degradation in the rumen and undegraded crude protein digestibility in the intestinum from some legumes ( Gliricidia sepium, Leucaena leucocephala, Centrosema pubescens and Glycine max). Three rumen and two duodenal fistulated Friesien Holstein Croosbred cows were used in the experiment. The cows were fed Elephant grass and concentrate at ratio 70:30 with CP 12,56%. Samples from legume of were in sacco incubated in the rumen for 2, 4, 8, 16, 24 and 48 hour to obtained theoritical degradation (DT) value of DM and (CP). Substrates from incubation of 16 hours that incubation in the rumen were aplied for in sacco digestion in the intestinum. The results showed that DT DM (%) were 76,63; 71,05; 68,50 and 62,51 (P<0.01) for G. sepium, L. leucocephala, G. max and C. pubescens respectively, while DT CP (%) were 75,60; 75,37; 69,54 and 68,17 (P<0,01) for G. sepium, G. max, C. pubescens and L. leucocephala respectively. Digestibility in the intestine of undegraded DM in the rumen were 17,78; 15,36; 14,74 and 13,78(P<0,05) for G. sepium, C. pubescens, G. max and L. leucocephala respectively, while of undegraded CP were 58,10; 53,37; 38,96 and 19,09(P<0,05) for G. sepium, G. max, C. pubescens and L. leucocephala respectively. The results suggested that G. sepium was the best among some legumes observed. Key Words: Degradation, Rumen, Intestine, Crude Protein, Dry Matter.
Kata Kunci : Degradasi, Rumen, Intestinum, Protein Kasar, Bahan Kering