PENGARUH PERBANDINGANrSUPLEMEN CAMPURAN DEDAK HALUS DAN TEPUNG DAUN LAMTORO PADA PAKAN BASAL JERAMIPADI TERHADAP KENAIKAN HERAT BADANSAPI PERANAKAN ONGOLE JANTAN
MARHADI, Ir. Ristianto Utomo, SU.
1997 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan campuran suplemen dedak halus dan tepung daun lamtoro yang optimal pada pakan basal jerami padi terhadap kenaikan berat badan sapi Peranakan Ongole (PO) jantan. Dua belas ekor sapi PO berumur sekitar sembilan sampai dengan dua belas bulan dengan berat badan awal rata-rata 154,3±14,95 kg, di bagi secara acak daiam tiga kelompok perlakuan (P-1, P-2 dan P-3), sehingga setiap kelompok perlakuan terdiri dari 4 ekor sebagai ulangan. Masing-masing kelompok perlakuan diberi pakan suplemen campuran dedak halus (DH) dan tepung daun lamtoro (TDL) dengan perbandingan pada P-1 75%:25% (3:1), P-2 50%:50% (1:1) dan P-3 25%:75% (1:3) sebanyak 25 g/kg W0’' , sedangkan jerami padi dan air minum diberikan secara ad libitum. Data kenaikan berat badan dianalisis kovariansi dengan satu kovariat, berat badan awal, sedangkan konsumsi bahan kering pakan dan nutrien (protein kasar, total digestible nutrients) serta konversi pakan dianalisis variansi pola searah, pada yang terdapat perbedaan nyata antar kelompok perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbandingan suplemen campuran DH dan TDL antar kelompok perlakuan terdapat perbedaan yang tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering (83,78, 80,12, 84,65 g/kg ^0,75) j.ntal digestible nutrients (46,58, 42,48, 46,97 g/kg VJ0,75), konversi pakan (19,10, 40,91, 25,69) dan pertambahan berat badan (0,21, 0,09, 0,19 kg/ekor/hari), tetapi berbeda nyata pada konsumsi protein kasar antar P-1 dengan P-3 (7,75 vs 9,Ig g/kg Wl-J ’7^), dan P-2 dengan P-3 (6,86 vs 9,13 g/kg W^’'^1), namun konsumsi protein kasar antar P-1 dengan P-2 berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa pemberian suplemen campuran DH dan TDL dengan perbandingan berbeda tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda terhadap penampilan produksi sapi PO jantan. Kata Kunci : Suplemen Campuran, Jerami Padi, Sapi PO, Tepung Daun Lamtoro, Kenaikan Berat Badan.
This research was conducted to determine ratios of rice bran to leucaena leaf meal supplemented to basal diet rice straw on daily gain of male Ongole Crossbred (OC) cattle. Twelve OC with initial weight of 154,3±14,95 kg were devided into three groups of treatment (P-1, P-2, and P-3). Each treatment consisted of four replications in Completely Randomized Design. The cattle were given 25 g/kg W0,7b supplement of rice bran to leucaena leaf meal with ratios of P-1 75%:25% (3:1), P-2 50%:50% (1:1) and P-3 25%:75% (1:3). Rice straw and drinking water were given ad libitum. Data of gain were subjected to covariance analysis with initial weight as covariate. Feed consumption of dry matter and nutrients (crude protein, TDN ) and feed conversion were statistically analyzed. The result indicated that ratios of rice bran to leucaena leaf meal gave no significant effect different on the consumption of dry matter (83 ,78; 80,12; 84,65 g/kg W0’75), TDN (46,58 ; 42,48 ; 46 ,97 g/kg W°’ / b ), feed conversion ( 19.10; 40.91; 25.69) and daily gain (0.21; 0.09 ; 0.19 kg/animal per day),/ but gave significant different on crude protein consumption P-1 vs. P-3 (7.75 vs. 9.13 g/kg W0,75) and P-2 vs. P-3 (6,86 vs. 9,13 g/kg W0 ? 75) but crude protein consumption P-1 and P-2 were not significantly different respectively. The conclusion was that supplementation of rice bran to leucaena leaf meal mixture gave no significant effect on the performance of 0C. Key Words : Supplement , Rice Straw, Male Ongole Crossbred , Leucaena Leaf Meal , Daily Gain.
Kata Kunci : Suplemen Campuran, Jerami Padi, Sapi PO, Tepung Daun Lamtoro, Kenaikan Berat Badan