Laporkan Masalah

ANALISIS PENILAIAN KELAYAKAN INVESTASI DALAM IMPLEMENTASI PRODUCTION SHARING CONTRACT SKEMA COST RECOVERY VERSUS GROSS SPLIT DI INDUSTRI HULU MIGAS INDONESIA

ASTRI OLIVIA, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.,

2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Penelitian ini merupakan penerapan penilaian kelayakan investasi pada proyek migas yang menggunakan metode Capital Budgeting dengan alat ukur Net Present Value pada investasi pengembangan lapangan TKBY, dalam rangka pengajuan perpanjangan kontrak PSC dengan jangka waktu 20 tahun. Dengan adanya Permen ESDM No. 52 Tahun 2017 terkait skema baru dengan sistem bagi hasil Gross Split pada industri migas di Indonesia, mengharuskan SIPL untuk membuat keputusan pengajuan perpanjangan kontrak dengan tetap menggunakan skema PSC Cost Recovery atau beralih ke skema baru PSC Gross Split. Industri migas merupakan industri dengan karakteristik antara lain penanamam modal yang tinggi, tingkat ketidakpastian pada tahap ekplorasi, resiko yang tinggi dalam operasinya, penggunaan teknologi tinggi dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu mulai dari tahap eksplorasi, pengembangan dan produksi sampai dengan tahap pemulihan terhadap lahan yang telah dieksplorasi. Adanya uncertainty yang tinggi dalam industri migas baik dari sisi teknis maupun non teknis menyebabkan risiko proyek migas relatif lebih tinggi dibandingkan proyek dari industri lainnya. Oleh karena itu, penilaian proyek tidak dapat dilakukan dengan teknik yang sederhana semata seperti Discounted Cash Flow (DCF) namun dibutuhkan teknik yang lebih modern misalnya Real Options (RO) yang mampu melakukan penilaian proyek dengan proses yang lebih kompleks dan dinamis untuk memberikan nilai tambah dalam pengambilan keputusan investasi. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan penilaian kelayakan investasi dengan menggunakan skema Cost Recovery dan skema Gross Split, baik dengan menggunakan teknik Discounted Cash Flow dan Real Options, keempatnya menunjukkan NPV yang positif yang mengindikasikan bahwa investasi untuk proyek pengembangan lapangan minyak TKBY secara ekonomi akan memberikan tambahan value bagi shareholder wealth. Penilaian kelayakan investasi dengan menggunakan skema Gross Split memberikan nilai NPV yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan skema Cost Recovery. Penilaian kelayakan investasi dengan menggunakan teknik DCF memberikan nilai NPV yang lebih kecil dibandingkan dengan teknik Real Option baik di skema Cost Recovery maupun skema Gross Split.

This research is an application of valuation of investment feasibility on oil and gas projects using the Capital Budgeting method with Net Present Value as indicator on investment in the development of TKBY fields, in order to propose a 20-year PSC contract extension. Considering the government policy of Permen ESDM No. 52 Year 2017 regarding new contract scheme Gross Split for production sharing system in the oil and gas industry in Indonesia, requires SIPL to make a decision to submit the PSC contract extension while continuing the current Cost Recovery PSC scheme or switch to the new PSC Gross Split. The oil and gas industry is an industry with characteristics of high capital investment, high uncertainty in the exploration phase, high operational risk, complex technology involving various disciplines ranging from exploration, development and production to the recovery of the exploited fields . The high level of uncertainty from both technical and non-technical aspects has caused the risk of oil and gas projects to be relatively higher compared to projects from other industries. Therefore, project valuation should not be done with simple analysis such as Discounted Cash Flow, but towards more modern elaborated analysis technique, such as Real Options which is able to assess projects with more complex and dynamic processes in providing added value for investment decision. The results of the analysis show the investment valuation using the Cost Recovery scheme and the Gross Split scheme, each by using Discounted Cash Flow and Real Options techniques, all four of which showed positive NPV which indicates that the investment in the TKBY development project will provide additional value for shareholders wealth. Investment valuation under the Gross Split scheme resulted in a greater NPV value compared to valuation under the Cost Recovery scheme. While investment valuation using the DCF technique gives a smaller NPV value compared to Real Option techniques in both the Cost Recovery and Gross Split schemes.

Kata Kunci : Capital Budgeting, Net Present Value, Cost Recovery, Gross Split, Penilaian Kelayakan Investasi, Discounted Cash Flow, Real Options.

  1. S2-2019-417392-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417392-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417392-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417392-title.pdf