Perlakuan Iradiasi Sinar Gamma terhadap Bactrocera dorsalis Hendel (Diptera: Tephritidae) pada Buah Salak
NOVI KUSUMANING A, Dr. Suputa, S. P., M. P.; Dr. Nugroho Susetyo Putra, S.P., M. Sc.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU HAMA TANAMANBuah salak (Salacca zalacca) merupakan buah yang unik dan memiliki peluang sangat besar untuk dikembangkan sebagai produk ekspor. Namun, serangan lalat buah Bactrocera dorsalis Hendel menyebabkan menurunnya kuantitas serta kualitas buah. Di sisi lain, iradiasi sebagai perlakuan karantina untuk mengeradikasi lalat buah telah dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar gamma Cobalt-60 terhadap perkembangan dan kelangsungan hidup telur dan larva instar III lalat buah dengan menggunakan metode in-vitro dan in-vivo, serta menentukan dosis minimum iradiasi B. dorsalis pada buah salak. Percobaan ini menggunakan enam dosis sinar gamma, yaitu 0 (kontrol), 25, 50, 75, 100, 125 dan 150 Gy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cobalt-60 mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan hidup larva instar ketiga. Cobalt-60 pada taraf dosis percobaan menyebabkan kegagalan perkembangan telur menjadi pupa, sedangkan larva instar ketiga gagal berkembang menjadi imago pada dosis iradiasi sinar gamma 75, 100, dan 150 Gy. Kegagalan pertumbuhan lalat buah meningkat seiring dengan peningkatan dosis iradiasi. Dosis minimum yang dapat menghambat pembentukan imago B. dorsalis yaitu 118 Gy.
Snakefruit (Salacca zalacca) is a unique fruit and it has a good prospect to be developed as an export commodity. Nevertheless, oriental fruitfly Bactrocera dorsalis Hendel seems to decrease the quantity as well as quality of this fruit. In other side, irradiation has been developed as a standard quarantine treatment to disinfest fruitfly on fruit. The objective of this research was to determine impact of irradiation by Cobalt-60 gamma ray on the development and survivorship of eggs and the third instar of fruitfly larvae using in-vitro and in-vivo approaches and minimum dose of Cobalt-60 gamma rays applied for snakefruit. Six doses of gamma ray, i.e. 0 (control), 25, 50, 75, 100, 125 and 150 Gy were used in this experiment. The results showed that Cobalt-60 disturbed develpment and survivorship of B. dorsalis. The development of eggs into pupa were totally failed when treated with Cobalt-60 at any doses, while the third instar larvae failed to become adult when irradiated with 75, 100 and 150 Gy of gamma ray. The impacts were increased with increment of dose. Futhermore, impact of gamma ray irradiation was greater on eggs comparing to the third instar of larvae. The minimum dose of irradiation to prevent adult emerge was 118 Gy.
Kata Kunci : Lalat buah, iradiasi, karantina, salak