Laporkan Masalah

Pengaruh Umnr Pemotongan Terhadap Produksi Dan Kecemaan In Vitro Giiriddia metadata Yang Ditanam Di Lahan Pasir Pantai Selatan Yogyakarta

Sumartini, Veronica , Dr. Soemitro Padmowijoto, M.Sc.

1998 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh uniur pemotongan terhadap produksi dan kecemaan in vitro Gliricidia maculata. Dua puiuh gundukan (guludan) dengan berupa garis masing-masing berukuran 4 meter digunakan untuk menanam bibit Gliricidia maculata umur 3 bulan pembibitan, dengan jarak tanam 50 cm digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan Rancangan blok acak lengkap dan secara acak dibagi menjadi 4 perlakuan umur pemotongan, dengan 5 replikasi berupa blok. Keempat perlakuan umur pemotongan tersebut adalah perlakuan 1,2,3 dan 4 yaitu umur pemotongan 60, 90, 120 dan 180 hari setelali potong paksa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemotongan berpengaruli (P<0,01) terhadap rerata produksi bahan kering (BK) dan protein kasar (PK) bagian edibet, dengan rata-rata tertinggi pada umur 90 hari kemudian umur 120, 60 dan 180 hari, dengan produksi berturut-turut adalah 496,00; 446,35; 303,44; 0,00 kg BK/ha untuk produksi BK dan 104,00; 81,96; 68,65; 0,00 kg PK/ha untuk produksi PK. Umur pemotongan juga berpengaruh (P<0,01) terhadap imbangan bagian edibel/non edibel, dengan rata-rata imbangan pada umur 60, 90, 120 dan 180 hari adalah 10,75; 4,30; 4,36 dan 0,00. Rerata persentase kecemaan BK in vitro juga dipengaruhi (P<0,01) oleh umur pemotongan, dengan rata-rata tertinggi pada umur pemotongan 60 hari (63,38%), kemudian 90 hari (61,06%) dan terendah pada umur 120 hari (56,73%). Kecemaan bahan organik (BO) in vitro juga dipengaruhi secaranyala (P<0,05), dengan rata-rata tertinggi pada umur pemotongan 60 hari (60,15%), kemudian umur 90 hari (58,93%) dan terendah pada umur 120 hari (53,88%). Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah bahwa umur pemotongan berpengaruli terhadap produksi BK dan PK bagian edibet, imbangan bagian edibel/non edibel serta kecemaan BK dan BO secara in vitro, dan berdasarkan rata-rata produksi BK dan PK bagian edibel tertinggi pada umur pemotongan 90 hari, sedangkan imbangan bagian edibel/non edibel, persentase kecemaan BK dan BO in vitro tertinggi pada umur pemotongan 60 hari. Kaiakunci : Uniur pemotongan, Produksi, Kecemaan in vitro, Gliricidia maculata.

Tliis study was conducted to determine the influence of defoliation age on production and in vitro digestibility of Gliricidia maculata. Twenty line plots of 3 months Gliricidia trees planted at length of 4 m and .5 m planting space were used in this study with Randomized Completely Block Design and randomly divided into five groups and subjected to four treatments. 1,2,3 and 4 treatments namely were 60, 90, 120 and 180 days of forced cutting respectively. Hie results showed that longer defoliation age influenced high significantly (P<.01) on edible dry mater (DM) and edible crude protein (CP) productions, with the highest average on 90 days defoliation age, followed by 120, 60 and 180 days, those value ~ were 496.00; 446.35; 303.33; 0.00kg DM/ha and 104*00; 81.96; 68.65; 0.00kg CP/ha, respectively. The defoliation age influenced high significantly (P<.G1) on edible to non edible ratio, with average value on 60, 90, 120 and 180 days of 10.75; 4.30; 4.36; and 0.00. In vitro DM digestibility rate percentage was influenced high significantly (P<.01) by defoliation age, highest average percentage was at 60 days defoliation age (63.38%), then followed by 90 (61.06%) and 120 days (56.73%). hi vitro organic mater digestibility was influenced significantly (P<05), with highest average 60.15% on 60 days defoliation age, then followed by 90 (58.93%) and 120 days (53.88%). The conclusion of this experiment was that in vitro digestibility and production of Gliricidia maculata were influenced by defoliation age, with average highest DM and CP production were at 90 days defoliation age, while the highest edibie/non edible ratio, DM and organic mater in vitro digestibilities were at 60 days. Keywords: Defoliation Age, Production, hi vitro Digestibility, Gliricidia maculata.

Kata Kunci : Umur pemotongan, Produksi, Kecemaan in vitro, Gliricidia maculata

  1. S1-FPT-1998-VERONICASUMARTINI-abstract.pdf  
  2. S1-FPT-1998-VERONICASUMARTINI-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-1998-VERONICASUMARTINI-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-1998-VERONICASUMARTINI-title.pdf