Laporkan Masalah

ANALISIS PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP PENETAPAN KRITERIA DAERAH TERPENCIL DAN SANGAT TERPENCIL DALAM KEBIJAKAN BARU SISTEM KAPITASI KHUSUS DI KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU

TRY PURNAMASARI, Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt, M.Kes, MBA

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Salah satu sarana kesehatan yang di bayar dengan sistem kapitasi adalah FKTP Puskesmas. Berdasarkan pasal 5 Permenkes No.52 tahun 2016 menyatakan tarif pelayanan kesehatan tingkat pertama daerah terpencil dan kepulauan ditetapkan berdasarkan tarif kapitasi khusus, yaitu lebih besar dari tarif kapitasi biasa. Berdasarkan data BPJS tahun 2018 terjadi peningkatan jumlah Puskesmas yang menerima kapitasi khusus. Berdasarkan studi pendahuluan, di Bengkulu Utara terdapat satu Puskesmas yang tidak termasuk kapitasi khusus meskipun kriterianya sudah sama dengan Puskesmas yang menerima. Persepsi stakeholder yang terlibat sangat diperlukan untuk melihat penetapan kriteria daerah terpencil penerima dana kapitasi khusus telah sesuai dengan regulasi yang ada. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi sejauh mana persepsi stakeholder terhadap penetapan kriteria daerah terpencil dalam kebijakan kapitasi khusus pada Puskesmas di daerah terpencil Kabupaten Bengkulu Utara. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Peneliti dalam penelitian ini menganalisis persepsi stakeholder terhadap penetapan kriteria daerah terpencil penerima kapitasi khusus. Untuk melengkapi penajaman deskriptif maka dilakukan juga penelusuran dokumen yang dimiliki stakeholder sebagai penunjang. Hasil: Dari analisis yang dilakukan dengan penelusuran dokumen didapatkan bahwa benar Kabupaten Bengkulu Utara memiliki 3 daerah terpencil dan kepulauan yang menerima kapitasi khusus dan belum ada penambahan. Pengetahuan semua stakeholder cukup baik terhadap kriteria daerah terpencil. Sikap yang ditunjukkan semua stakeholder mendukung adanya kebijakan baru. Pengalaman stakeholder buruk dalam menentukan kebijakan dikarenakan masa jabatan dan perbedaan kepentingan antar stakeholder. Harapan yang disampaikan sangat tinggi terhadap pelaksanaan kebijakan ini, serta pihak yang paling diuntungkan dalam kebijakan ini menurut semua stakeholder adalah Puskesmas penerima kapitasi khusus. Kesimpulan : Pengetahuan, sikap, pengalaman, harapan dan kepentingan yang didapatkan adalah baik. Stakeholder yang memiliki pengetahuan dan sikap paling baik adalah stakeholder sektor kesehatan. Kurangnya pengalaman dari para stakeholder dalam menentukan kebijakan tidak menjadi hambatan untuk pelaksanaan kebijakan kapitasi khusus. Perbedaan bidang para stakeholder menjadi faktor penentu bahwa yang paling diuntungkan dalam kebijakan kapitasi khusus ini adalah stakeholder sektor kesehatan. Keadaan Puskesmas yang menerima kapitasi khusus sesuai dengan kriteria daerah terpencil yang telah ditetapkan.

Background: One of the health facilities that is paid for by the capitation system is the Health Center FKTP. Based on Article 5 of Minister of Health Regulation No.52 of 2016 states the rates of first-level health services in remote areas and islands are determined based on special capitation rates, which is greater than the usual capitation rates. Based on BPJS data in 2018 there was an increase in the number of Puskesmas receiving special capitation. Based on a preliminary study, in North Bengkulu there was one Puskesmas which did not include special capitation even though the criteria were the same as the Puskesmas that received it. The perception of the stakeholders involved is very much needed to see the criteria for determining the remote areas of special capitation fund recipients in accordance with existing regulations. Objective: This study aims to analyze and explore the extent of stakeholder perceptions of the criteria for remote areas in a special capitation policy in Puskesmas in North Bengkulu Regency. Method: The design of this study uses a type of descriptive research with qualitative methods. Researchers in this study analyzed stakeholder perceptions of the criteria for determining the remote areas of special capitation recipients. In order to complete descriptive sharpening, a search for documents held by stakeholders is also carried out. Result: From the analysis carried out by document tracking, it was found that it was true that North Bengkulu Regency had 3 remote areas and islands that received special capitation and no additions. Knowledge of all stakeholders is quite good for the criteria of remote areas. The attitude shown by all stakeholders supports the existence of new policies. Stakeholder experience is not good enough in determining policy due to tenure and different fields between stakeholders.. Expectations conveyed were very high for the implementation of this policy, and those who benefited most from this policy according to all stakeholders were Puskesmas that received special capitation. Conclusion: Knowledge, attitudes, experiences, expectations and interests obtained are good. Stakeholders who have the best knowledge and attitude are health sector stakeholders. Less experience from stakeholders in determining policy does not pose a challenge to the implementation of special capitation policies. The different fields of stakeholders are the most advantageous determinants of this special capitation policy are health sector stakeholders. The state of the Puskesmas that receives special capitation according to the specified criteria.

Kata Kunci : Persepsi, Stakeholder, Kriteria Daerah Terpencil, Kebijakan Baru, Kapitasi Khusus, Perception, Stakeholders, Criteria for Remote Areas, New Policies, Special Capitation

  1. S2-2019-418365-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418365-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418365-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418365-title.pdf