DETERMINAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
JOICE DEBY NAFI, Dr.dr. Emy Huriyati, M.Kes.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang : KEK pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko AKI dan AKB. Penyebab langsung dari KEK sesungguhnya adalah kurangnya asupan nutrisi dalam tubuh, penyakit infeksi dan pola konsumsi. Permasalahan KEK di Nusa Tenggara Timur masih menjadi prioritas utama masalah gizi karena secara berturut-turut NTT dilaporkan menjadi peringkat pertama pada RISKESDAS 2013 yaitu sebesar 45,5% dan RISKESDAS tahun 2018 sebesarv36,8%. Tujuan : Mengidentifikasi determinan yang mempengaruhi kejadian Kurang Energi Kronik pada ibu hamil di Kabupaten Kupang. Metode : Penelitian ini adalah penelitian Observasional denga rancangan cross sectional yang dilengkapi dengan metode kualitatif explanatory design (mix Method). Populasi penelitian ini adalah Ibu hamil di wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan total sampel penelitian kuantitatif sebanyak 200 orang ibu hamil dan 10 orang narasumber pada Puskesmas Baumata, Batakte, Tarus dan Oemasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan panduan wawancara semi terstruktur. Analisis hasil penelitian secara bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistic. Hasil : Terdapat 84 responden (42%) yang mengalami KEK. Hasil analisis chi square menunjukan terdapat hubungan yang significant asupan makanan (pvalue: 0.001; 95%CI: 1.53- 8.53) dan Paritas (pvalue: 0.001; 95%CI: 1.37- 4.85) dengan kejadian KEK. Ibu dengan asupan makanan rendah 3,6 kali lebih berisiko mengalami KEK. Hasil pemodelan multivariat diketahui bahwa ibu dengan multigravida yang memiliki asupan makan rendah dapat meningkatkan hamper 7% probabilitas kejadian KEK. Berdasarkan hasil penelitian kualiatif diketahui bahwa ibu sebenarnya memiliki pengetahuan yang baik namun motivasi, perilaku dan sosial budaya berperan penting dalam pola konsumsi dan keputusan ibu untuk hamil. Kesimpulan: Asupan makanan yang rendah adalah determinant paling kuat yang mempengaruhi kejadian KEK. Asupan makan ibu sangat dipengaruhi oleh perilaku, ketersediaan pangan dan psikologis. Pengaruh budaya dan peran ibu yang lemah dalam keluarga menjadi penyebab tingginya angka paritas.
Background: CED in pregnant women can increase the risk of maternal mortality rate and infant mortality rate. The direct cause of CED is actually lack of nutritional intake in the body, infectious diseases and consumption patterns. The CED problems in East Nusa Tenggara are still the main priority for nutrition problems because based on RISKESDAS 2013 (45.5%) and RISKESDAS 2018 NTT is the top placed of province with CED. Objective: To identify factors associated with Chronic Energy Deficiency in pregnant women in Kupang Regency. Method: This study is an observational study with a cross-sectional design which is equipped with explanatory design (mix method) qualitative methods. The population of this study was pregnant women in the Kupang Regency area, East Nusa Tenggara Province with a study sample of 200 respondents and 10 interviewees at the Baumata, Batakte, Tarus and Oemasi Puskesmas. Data collection uses questionnaires and semi-structured interview guides. Analysis of bivariate research results using chi square and multivariate using logistic regression. Results: There were 84 respondents (42%) who experienced CED. The results of the chi square analysis showed that there was a significant relationship of food intake (p value: 0.001; 95% CI: 1.53- 8.53) and Parity (pvalue: 0.001; 95% CI: 1.37- 4.85) with CED. Mothers with low food intake are 3.6 times more at risk of developing CED. The results of multivariate modeling revealed that mothers with multigravida who had a low food intake could increase almost 7% the probability of occurrence of CED. Based on the results of the qualitative research, it is known that mothers actually have good knowledge but motivation, behavior and socio-culture play an important role in consumption patterns and the decision of mothers to become pregnant. Conclusion: Low food intake is the strongest determinant affecting the occurrence of CED. Maternal intake is strongly influenced by behavior, food availability and psychological. The influence of culture and the role of mothers who are weak in the family are the cause of high parity rates
Kata Kunci : KEK, Asupan Makanan, Paritas, Ibu Hamil, CED, Food Intake, Parity, Pregnant Mother, Culture