Laporkan Masalah

FAKTOR KONTEKSTUAL DAN INDIVIDUAL YANG MEMPENGARUHI PEREMPUAN BEKERJA DI JAWA BARAT

KARINA DAMAYANTI, Dr. Sukamdi, M.Sc.; Dr. Abdur Rofi, M.Si.

2019 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKAN

Perempuan merupakan sebagian besar sumber daya manusia potensial yang tersedia sebagai modal dasar pembangunan. Jumlah penduduk perempuan yang hampir sama dengan laki-laki seharusnya dapat memberikan kontribusi nyata untuk dapat berpartisipasi aktif dalam ekonomi dan pembangunan. Penduduk perempuan yang tidak aktif secara ekonomi akan menjadi beban tanggungan bagi rumah tangganya dan bagi lingkup yang lebih luas dapat meningkatkan angka economic support ratio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perempuan bekerja dan lapangan pekerjaan utama perempuan serta faktor individual dan kontekstual yang mempengaruhinya di Provinsi Jawa Barat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder Susenas Jawa Barat Bulan Maret Tahun 2018, publikasi PDRB dan Indeks Pembangunan Manusia yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. Estimasi dilakukan dengan menggunakan metode multilevel logistik biner yang terdiri atas tiga level yaitu individu, rumah tangga, dan kabupaten/kota. Hasil analisis pada status bekerja perempuan menunjukkan bahwa umur, pendidikan, pengeluaran per kapita rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga non produktif, pertumbuhan PDRB perkapita, kontribusi pertanian terhadap PDRB dan rata-rata lama sekolah berpengaruh postif dan signifikan terhadap peluang bekerja perempuan. Sementara itu, jumlah anggota rumah tangga dan rasio jenis kelamin berpengaruh negatif tetapi signifikan terhadap status bekerja perempuan. Selain itu perempuan yang berstatus kawin/pernah kawin serta tinggal di perkotaan meningkatkan peluang bekerja perempuan. Akses informasi tidak signifikan mempengaruhi status bekerja perempuan. Variasi status bekerja perempuan di Jawa Barat paling besar dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik individu. Hasil estimasi terhadap status lapangan pekerjaan utama perempuan menunjukkan bahwa pendidikan, akses informasi, pengeluaran perkapita, jumlah anggota rumah tangga, PDRB sektor non pertanian, dan rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, umur dan jumlah anggota rumah tangga usia non produktif berpengaruh negatif dan signifikan terhadap status lapangan pekerjaan utama perempuan. Selain itu perempuan yang belum kawin dan tinggal di wilayah perkotaan cenderung bekerja di sektor non pertanian. Rasio jenis kelamin tidak signifikan mempengaruhi status lapangan pekerjaan perempuan. Variasi status lapangan pekerjaan utama perempuan di Jawa Barat paling besar dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik rumah tangga.

Women are the majority of potential human resources available as the basic capital of development. The population of women who are almost the same as men should be able to make a real contribution to actively participate in the economy and development. Women who are not economically active will become a burden on their households and for a wider scope can increase the rate of economic support ratio. This study aims to determine the characteristics of women working and the main employment sector of women and the individual and contextual factors that influence them in West Java Province. The data sources used in this study are secondary data of West Java Susenas in March 2018, the publication of GRDP and Human Development Index issued by the Central Bureau of Statistics. Estimates are carried out using a binary logistic multilevel method consisting of three levels, namely individuals, households, and districts / cities. The results of the analysis on the status of working women showed that age, education, household per capita expenditure, number of non-productive household members, per capita GRDP, agricultural contribution to GRDP and mean years of schooling had a positive and significant effect. Meanwhile, the number of household members and sex ratio had a negative effect but were significant for the status of working women. In addition, women who are currently married / ever married and live in urban areas increase the chances of working for women. Access to information does not significantly affect the status of working women. The variation in the status of working women in West Java is largely influenced by differences in individual characteristics. Estimation results on the status of the main employment sector of women indicate that education, access to information, per capita expenditure, number of household members, Non-agricultural sector GRDP, and mean years of schooling had a positive and significant effect. Meanwhile, age and the number of non-productive age household members have a negative and significant effect on the status of women's main employment. In addition, women who are not married and live in urban areas tend to work in the non-agricultural sector. The variable sex ratio does not significantly affect women's employment status. The variation in the status of the main employment sector of women in West Java is largely influenced by differences in household characteristics.

Kata Kunci : perempuan bekerja, multilevel logistik biner, faktor individual, faktor kontekstual

  1. S2-2019-420091-abstract.PDF  
  2. S2-2019-420091-bibliography.PDF  
  3. S2-2019-420091-tableofcontent.PDF  
  4. S2-2019-420091-title.PDF