KAJIAN PENILAIAN KERUSAKAN DAN KEHILANGAN PADA SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH PASCABENCANA BANJIR SUNGAI CILIWUNG DI KELURAHAN KAMPUNG MELAYU JAKARTA TIMUR
EVI RETNANINGSIH, Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, M.Si. ; Ibu Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si.
2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN BENCANABanjir merupakan bencana yang paling dominan di Jakarta. Salah satu wilayah yang setiap tahun mengalami banjir adalah Kelurahan Kampung Melayu. Banjir 2014 merupakan banjir tertinggi dalam 5 (lima) tahun terakhir. Banjir berdampak terhadap industri kecil dan menengah (IKM). Penelitian ini bertujuan menghitung nilai (dalam rupiah) kerusakan dan kehilangan sektor IKM pasca banjir 2014 di Kelurahan Kampung Melayu dan mengkaji upaya perbaikan dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Metode DaLA digunakan untuk menilai kerusakan dan kehilangan. Variabel kerusakan yaitu bangunan, mesin/peralatan, furnitur/kendaraan serta persediaan, sedangkan kehilangan yaitu pendapatan, biaya pemulihan, biaya alternatif transportasi, biaya produksi masa pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan dan kehilangan sebesar Rp.541.191.039,00. Upaya rehabilitasi yaitu pemberian bantuan modal, kemudahan akses memperoleh modal, penggunaan asuransi, pelatihan pengelolaan persediaan. Upaya rekonstruksi yaitu melanjutkan normalisasi Sungai Ciliwung hingga RW 04, 05, 06 07, 08, membatasi berkembangnya industri berbahan baku yang tidak tahan air di wilayah rawan banjir, mengembangkan pola kemitraan antara IKM dengan usaha pemasok bahan baku, merevitalisasi mesin/peralatan yang dimiliki, mendirikan bangunan dengan lantai yang lebih tinggi. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi dapat terwujud perlu adanya partisipasi aktif IKM dan penegakan hukum peraturan mengenai tidak diperbolehkan mendirikan bangunan di sempadan sungai.
Flood is the most dominant disaster occurring in Jakarta. One area that experiences floods every year is Kampung Melayu Sub-District. The 2014 flood was the highest flood in the last five years. Floods have an impact on community activities, especially the small and medium industrial sector (IKM). This study aims to calculate the value (in rupiahs) of damage and losses in the IKM sector after the 2014 flood disaster in Kampung Melayu Sub-Distric and reviewing improvement efforts in the rehabilitation and reconstruction. The DaLA (Damage and Loss Assessment) method is used to calculate damage and loss. Damage variables being applied in this study are buildings, machinery/equipment, furniture/vehicles and supplies, while losses variables are income, recovery costs, costs of alternative transportation, and production costs for recovery. The outputs of the study estimates the damage and loss reaches Rp.541,191,039.00. Rehabilitation include providing capital assistance, facilitating access to capital, using insurance, training in inventory management. Reconstruction include continuing the normalization of the Ciliwung River to RW 04, 05, 06 07, 08, limiting the development of raw materials industry that are not waterproof in flood-prone areas, developing partnership patterns between SMIs and raw material suppliers, revitalizing machinery/equipment owned, building buildings with higher floor. Rehabilitation and reconstruction efforts can be realized, it is necessary to have active participation of IKM and enforcement of regulatory laws related to the prohibition of building buildings in river banks.
Kata Kunci : banjir, industri kecil dan menengah, kerusakan dan kehilangan