Restrukturisasi Tata Niaga Produk Pertanian (Studi Kasus Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) di Kabupaten Bantul DIY)
NOVITA DINI MUHARSIH, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, MS
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIKKegiatan PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat) yang diluncurkan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian memiliki tujuan menyerap produk pertanian dengan harga yang menguntungkan petani, mendukung kestabilan pasokan dan harga pangan pokok dan strategis, dan memberikan kemudahan kepada konsumen dalam mengakses bahan pangan pokok dan strategis dengan harga yang wajar. Kegiatan PUPM dalam mencapai tujuannya melakukan pemotongan rantai pasok bahan pangan menjadi lebih pendek agar keuntungan yang diperoleh masing-masing rantai menjadi lebih adil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat restrukturisasi tata niaga produk pertanian dari Kegiatan PUPM, faktor-faktor yang berpengaruh dalam restrukturisasi tata niaga serta dampak yang ditimbulkan dari Kegiatan PUPM terhadap petani di Kabupaten Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pemilihan lokasi berdasarkan perkembangan Kegiatan PUPM yang ada di wilayah DIY sejak tahun 2016-2018, bahwa Kabupaten Bantul selalu mengalami penambahan jumlah Toko Tani Indonesia setiap tahunnya dibandingkan dengan Kabupaten lain di DIY. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari wawancara mendalam, observasi di lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi tata niaga pada Kegiatan PUPM di Kabupaten Bantul belum sepenuhnya berhasil. Karakteristik produk, karakteristik pelanggan dan lingkungan kebijakan merupakan faktor yang mendukung keberhasilan restrukturisasi tata niaga di Kabupaten Bantul. Sumberdaya dan struktur birokrasi menjadi faktor yang dapat menunjang maupun menghambat restrukturisasi tata niaga, sedangkan komunikasi justru menjadi faktor penghambat restrukturisasi tata niaga. Dampak Kegiatan PUPM yang dirasakan oleh petani di Kabupaten Bantul adalah harga jual gabah yang menguntungkan diatas harga HPP dan pasaran bagi petani yang menjual gabahnya dalam bentuk GKG langsung ke Gapoktan. Kegiatan PUPM di Kabupaten Bantul telah menghidupkan kembali fungsi Gapoktan sebagai unit pemasaran gabah/beras di tingkat desa dan memberikan penghasilan tambahan bagi anggota Gapoktan yang terlibat dalam bongkar muat, penggilingan dan pengemasan. Namun jika pencairan dana bantuan pemerintah terlambat, maka Kegiatan PUPM belum dapat membantu permasalahan petani ketika panen raya yang jatuh di bulan Februari-April. Gapoktan yang tidak mengikuti aturan Kegiatan PUPM dengan baik telah menghilangkan kesempatan petani di Kabupaten Bantul dalam mendapatkan fasilitas Kegiatan PUPM berupa harga GKG diatas HPP dan pasaran.
The PUPM (Community Food Business Development) activity launched by the Food Security Agency of the Ministry of Agriculture aims to absorb agricultural products at prices that benefit farmers, support the stability of supply and prices of staple and strategic foods, and provide convenience to consumers in accessing basic and strategic foodstuffs with reasonable price. The PUPM activities in achieving its goals of cutting the supply chain for food are shorter so that the benefits obtained by each chain become more equitable. This study aims to look at the restructuring of the trade system of agricultural products from PUPM activities, the factors that influence the restructuring of the trade system and the effects of PUPM activities on farmers in Bantul Regency. The research method used is descriptive qualitative. Location selection is based on the development of PUPM Activities in the DIY area from 2016-2018, in which Bantul Regency has always experienced an increase in the number of Indonesian Farmers' Stores each year compared to other districts in DIY. The data used in this study came from in-depth interviews, field observations and documentation. The results of the study indicate that the restructuring of the trade system on PUPM activities in Bantul Regency has not been fully successful. Product characteristics, customer characteristics and policy environment are factors that support the successful restructuring of the trade system in Bantul Regency. Bureaucratic resources and structures are factors that can support or hinder the restructuring of the trade system, while communication is actually an inhibiting factor in the restructuring of the trade system. The impact of PUPM activities benefited by farmers in Bantul Regency is the favorable selling price of grain above the price of HPP and the market for farmers who sell their grain in the form of MPD directly to Gapoktan. PUPM activities in Bantul Regency have revived Gapoktan functions as a rice / rice marketing unit at the village level and provide additional income for Gapoktan members involved in loading and unloading, milling and packaging. However, if the disbursement of government assistance funds is too late, then PUPM activities cannot help the problems of farmers when the harvest falls in February-April. Gapoktan which does not follow the rules of PUPM Activities properly has eliminated the opportunity of farmers in Bantul Regency to obtain PUPM Activity facilities in the form of MPD prices above HPP and markets.
Kata Kunci : Restrukturisasi Tata Niaga, Kegiatan PUPM, Rantai Pasok, Dampak Kebijakan