ALTERNATIF RUMAH TETAP YANG LEBIH AMAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
SEPRIANUS K. TUALAKA, Prof. Iman Satyarno, ME., Ph.D; Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER TEKNIK PENGELOLAAN BENCANA ALAMPemerintah bertanggungjawab atas penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Untuk itu pemerintah meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat miskin. Dalam pelaksanaannya, proses pembangunan rumah seringkali mengabaikan aspek keselamatan yang menyebabkannya lebih rentan terhadap bencana. Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat sering mengalami bencana, khususnya gempa bumi. Berdasarkan Indeks Resiko Bencana Indonesia, Kabupaten Timor Tengah Selatan berada pada wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, dengan skor 167. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus, penelitian survey, dan evaluasi bangunan sederhana secara cepat, atau rapid visual screening (RVS). Faktor yang mempengaruhi nilai kerentanan bangunan antara lain tidak maksimalnya perkuatan pada struktur bangunan. Secara umum, masyarakat hanya mengutamakan aspek fungsional rumah, tanpa mengindahkan kaidah teknis, misalnya tidak menggunakan sloof. Melalui penelitian ini, penulis mengidentifikasi rumah yang aman dan mudah dikerjakan, yaitu Rumah Instan Baja (RISBA), berupa penggunaan baja kanal CNP sebagai struktur utama bangunan. Material ini dipadukan dengan pelepah daun gewang (bebak, bahasa lokal TTS) sebagai penutup dinding.
The government has the responsibility to providing housing for low income people in Indonesia. For this reason, the government launched a Self-Help Housing Stimulant Assistance program (BSPS) for the poor. In its implementation, the process of housing construction often ignores aspects of safety which make it more vulnerable to disasters. Indonesia itself is a country that often experiences disasters, especially earthquakes. Based on the Indonesia Disaster Risk Index, South Central Timor district is in a region that has a high vulnerability to disasters, with a score of 167. The research method used is descriptive qualitative method, with the design of case study research, survey research, and rapid evaluation of simple buildings, or rapid visual screening (RVS). Factors that affect the value of building vulnerability include not maximizing reinforcement in building structures. In general, the community only prioritizes the functional aspects of the house, without regard to technical rules, for example not using sloof. Through this study, the authors identified a safe and easy to work house, namely Rumah Instan Baja (RISBA), in the form of using CNP canal steel as the main structure of the building. This material is combined with gewang leaf midrib (bebak, TTS local language) as a wall cover.
Kata Kunci : BSPS, Rapid Visual Screening (RVS), gempa bumi, Rumah Instan Baja (RISBA)