Laporkan Masalah

Kesiapan Perubahan Puskesmas Rawat Jalan menjadi Puskesmas Rawat Inap di Puskesmas Sawangan II, Kabupaten Magelang

YUNITA ARISANTI, Prof.dr.Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D, Ni Luh Putu Eka Andayani, SKM, M.Kes

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang : Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2014-2019 menargetkan untuk menambah 9 puskesmas rawat inap baru sampai dengan tahun 2019. Tahap persiapan yang tidak maksimal, waktu yang sempit, tidak adanya analisis situasi awal, regulasi yang belum siap, sumber daya dan anggaran yang terbatas menyebabkan puskesmas yang ditunjuk mendapatkan beberapa kendala. Sebagai contoh pembelian lahan yang belum tercukupi untuk menambah ruangan, proses pembangunan infrastruktur tambahan yang tersendat, pembelian alat kesehatan dan rekruitmen SDM kesehatan. Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi faktor-faktor perubahan dari lingkungan internal dan eksternal organisasi Puskesmas Sawangan II menuju perubahan status menjadi rawat inap, mengidentifikasi manfaat perubahan bagi individu dan organisasi, dan mengidentifikasi kesiapan Puskesmas Sawangan II untuk berubah status menjadi puskesmas rawat inap dari level individu dan organisasi Metode : Pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif. Subjek penelitian diambil dari lingkungan eksternal Puskesmas Sawangan II (Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, Dinas Kesehatan, BPJS dan Kecamatan Sawangan) dan lingkungan internal Puskesmas yaitu pengelola dan staf. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman untuk wawancara mendalam, Focus Grup Discussion (FGD), observasi partisipan, telaah dokumen. Analisisnya menggunakan thematic content analysis untuk dapat menyusun hasil penelitian dan menarik kesimpulan. Hasil : Kelemahan dan ancaman di lingkungan internal dan eksternal Puskesmas Sawangan II yaitu jumlah SDM yang minim, anggaran pendapatan yang rendah, kebutuhan sarana dan prasarana yang minimalis, pengembangan SDM yang kurang pelatihan, budaya organisasi yang masih lemah dan terhambatnya regulasi kebijakan puskesmas, lebih dominan menyebabkan ketidaksiapan individu dan organisasi dalam rangka perubahan menjadi rawat inap. Kekuatan dan peluang di lingkungan internal dan eksternal masih belum mampu mendukung kesiapan individu dan organisasi dalam rangka perubahan menjadi rawat inap. Anggota organisasi Puskesmas Sawangan II belum mempunyai gambaran yang jelas apakah ada manfaat yang akan diperoleh di masa depan, dan menguntungkan karena faktor ketersediaan sumber daya yang minimalis. Kesimpulan : Organisasi Puskesmas Sawangan II masih kurang pemahaman terhadap manfaat yang akan diperoleh, dan kendala berupa kurangnya SDM dan anggaran BLUD menyebabkan komitmen organisasi yang diberikan juga cenderung rendah karena kendala adalah alasan untuk enggan berubah. Kesiapan perubahan menjadi puskesmas rawat inap di Puskesmas Sawangan II pada level individu dan level organisasi belum tercapai.

Background : Magelang District Regulation No. 7 of 2014 concerning the Mid-Term Regional Development Plan for the Regency of 2014 in 2014-2019 targets to add 9 new inpatient health centers up to 2019. The preparation stage is not optimal, time is limited, there is no situation analysis in the beginning, regulations that were not ready, limited resources and budget caused the designated puskesmas to have several obstacles. For example, the purchase of land that has not been sufficient to add space, a stagnant additional infrastructure development process, the purchase of medical equipment and recruitment of health human resources. Research Objectives : To identify the change factors of the internal and external environment of the Sawangan II Public Health Center towards changing status to hospitalization, identifying the benefits of change for individuals and organizations, and identifying readiness of Sawangan II Public Health Center to change status to inpatient care from individual and organizational levels. Method: Qualitative approach with descriptive case studies. The research subjects were taken from the external environment of Sawangan II Public Health Center (Magelang District Government, Health Office, BPJS and Sawangan District) and the internal environment, namely the manager and staff. The research instrument used was guidelines for in-depth interviews, Focus Group Discussion, participant observation, document review. The analysis uses thematic content analysis. Results: Weaknesses and threats in the internal and external environment of Sawangan II Public Health Center, namely the low number of human resources, low income budgets, minimal facilities and infrastructure needs, development of human resources lacking training, weak organizational culture and obstructed puskesmas policy regulations, are more dominant causing unpreparedness of individuals and organizations in order to change into hospitalization. Strengths and opportunities in the internal and external environment are still not able to support the readiness of individuals and organizations in order to change into inpatient status. Members of the Sawangan II Public Health Center organization do not yet have a clear picture of whether there will be benefits in the future, and are beneficial because of the minimalist availability of resources. Conclusion: Sawangan II Public Health Center organization still lacks understanding of the benefits to be obtained, and the constraints in the form of lack of human resources and budget have caused the commitment of the organization given to also tend to be low because constraints are reasons for reluctance to change. Change readiness to become a health center inpatient at individual level and organizational level has not been achieved.

Kata Kunci : Kata Kunci : Kesiapan Perubahan (readiness to change), lingkungan internal dan lingkungan eksternal

  1. S2-2019-418375-abstract.pdf.pdf  
  2. S2-2019-418375-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2019-418375-tableofcontent.pdf.pdf  
  4. S2-2019-418375-title.pdf.pdf