Laporkan Masalah

DIFUSI INOVASI PROGRAM RESTORASI GAMBUT (Studi Kasus tentang Proses Difusi Inovasi Program Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) di Provinsi Kalimantan Tengah pada Periode Tahun 2016-2018)

RANI DIAH ANGGRAINI, Dr. Rajiyem, S.I.P., M. Si.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASI

Bencana kabut asap yang melanda wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya pada tahun 2015 berdampak luas pada berbagai bidang kehidupan masyarakat, seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Bahkan, bencana yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera tersebut berdampak hingga ke negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sulitnya pemadaman disebabkan oleh adanya pengeringan gambut dan anomali iklim El Nino. Dalam rangka mencegah bencana kabut asap kembali terjadi sekaligus mengembalikan ekosistem gambut yang terdegradasi, pemerintah melarang pembukaan lahan dengan bakar dan mencanangkan program restorasi gambut. Namun, larangan membakar menimbulkan dampak psikologis dan ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, difusi inovasi program restorasi gambut harus berhadapan dengan kebiasaan membakar lahan yang telah dilakukan masyarakat secara turun-temurun. Bahkan, setelah lebih dari satu tahun Badan Restorasi Gambut (BRG) bekerja, penelitian tahun 2017 menunjukkan bahwa sebanyak 60,47% masyarakat Kalimantan Tengah belum mengetahui tentang program restorasi gambut yang digagas pemerintah, termasuk Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) sebagai bagian dari program tersebut. Penelitian tentang proses difusi inovasi program PLTB yang dilakukan oleh BRG di Provinsi Kalimantan Tengah pada periode tahun 2016-2018 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Saluran komunikasi interpersonal secara tatap muka menjadi saluran komunikasi utama BRG dan dinilai paling efektif. BRG memaksimalkan peran pemuka pendapat dan agen-agen perubahan sebagai sumber informasi. BRG juga meningkatkan fungsi fasilitator desa (Fasdes) dan menjalin komunikasi intensif dengan petani-petani lahan gambut melalui grup WhatsApp untuk mengatasi kendala jaringan internet yang belum merata.

The haze disaster that hit the Central Kalimantan and surrounding areas in 2015 had a broad impact on various fields of community life, such as economics, health, and education. In fact, the disaster caused by forest and land fires in Kalimantan and Sumatra had an impact on neighboring countries, such as Singapore, Malaysia and Thailand. The difficulty of blackouts is caused by the presence of peat draining and El Nino climate anomalies. In order to prevent the occurrence of the haze disaster while restoring degraded peat ecosystems, the government prohibits land clearing by burning and launching a peat restoration program. However, the prohibition on burning has a psychological and economic impact on society. In addition, the diffusion of innovations in peat restoration programs must be faced with the habit of burning land that has been carried out for generations. In fact, after more than a year the Peat Restoration Agency (BRG) worked, research in 2017 showed that as many as 60.47% of the people of Central Kalimantan did not know about the peat restoration program initiated by the government, including Non-Burning Land Processing (PLTB) as part of that program. The study about the process of diffusion of innovations in PLTB program carried out by BRG in Central Kalimantan Province for 2016-2018 period used a qualitative descriptive approach with a case study method. The face-to-face interpersonal communication channel is the main communication channel of the BRG and is considered the most effective. BRG maximizes the role of opinion leaders and change agents as a source of information. BRG also improves the function of village facilitator (Fasdes) and establishes intensive communication with peatland farmers through the WhatsApp group to overcome uneven internet network constraints.

Kata Kunci : Restorasi Gambut, Pengolahan Lahan Tanpa Bakar, Difusi Inovasi / Peat Restoration, Non-Burning Land Processing, Diffusion of Innovations

  1. S2-2019-419063-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419063-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419063-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419063-title.pdf