PENATAAN KAWASAN RAWAN BENCANA III GUNUNG API MERAPI DENGAN KONSOLIDASI TANAH DI DESA UMBULHARJO KECAMATAN CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN
IMADUDDIN ZAKY, S.E., Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng.,Ph.D.;Ir. Didik Kristiadi, MLA.,M.Arch.UD.
2019 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAErupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 mengakibatkan rusaknya kawasan lereng merapi karena tertimbun oleh debu vulkanik maupun terjangan lahar dingin.. Kebijakan publik dalam bidang pertanahan dilakukan dengan kegiatan konsolidasi tanah bertujuan untuk mengatur pemanfaatannya kawasan sesuai aturan tata ruang yang berlaku, sehingga akan meningkatkan kualitas lingkungan dan sumber daya alamnya. Pelaksanaan Konsolidasi Tanah di Desa Umbulharjo merupakan konsolidasi tanah yang pertama kali dilaksanakan di Kawasan Rawan Bencana. Dengan kondisi lahan yang serba terbatas dan psikologis masyarakat yang belum pulih, akan muncul banyak hal yang bisa menghambat proses pelaksanaan konsolidasi tanah. Oleh karena itu bertujuan untuk mengetahui konsep pelaksanaan konsolidasi tanah dapat berhasil baik pada kawasan rawan bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan induktif dengan metode kualitatif.. Dalam penelitian ini informasi didapatkan dengan melakukan Grand Tour pada lokasi obyek penelitian, mencari data sekunder dari instansi terkait dan Mini Tour dengan teknik observasi dan wawancara langsung secara mendalam (in depth interview). Informasi yang mempunyai maksud sama membentuk satu unit informasi, kategorisasi unit-unit informasi dianalisis secara induktif sehingga membentuk tema, selanjutnya tema-tema akan membangun konsep dan teori deskriptif.
Eruption of Mount Merapi in 2010 resulted in damage to the Merapi slope area because it was buried by volcanic ash and cold lava strikes. Public policies in the land sector were carried out with land consolidation activities aimed at regulating the use of the area in accordance with the applicable spatial rules, so as to improve the quality of the environment and natural resources. The implementation of Land Consolidation in Umbulharjo Village was the first land consolidation in the Disaster Prone Area. With the limited land conditions and the psychological condition of the people who have not recovered, there will be many things that can hamper the process of implementing land consolidation. Therefore, aiming to find out the concept of implementing land consolidation can succeed both in disaster-prone areas. The method used in the study used an inductive approach with qualitative methods. In this study information was obtained by conducting a Grand Tour on the location of the object of research, looking for secondary data from relevant agencies and Mini Tour with observation techniques and in-depth interviews. Information that has the same intention to form one unit of information, categorization of information units is analyzed inductively so as to form a theme, then themes will build descriptive concepts and theories.
Kata Kunci : penataan ruang, kawasan rawan bencana, konsolidasi tanah