STUDI POTENSI TEGALAN TERHADAP PEMENUHAN BAHAN BAKU INDUSTRI KERAJINAN PATUNG (Studi Kasus di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar)
NI LUH KETUT SERIDANI, Ir. Djuwadi, M.S.
1997 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kayu yang terdapat di tegalan yang kayunya bisa dijadikan bahan baku industri kerajinan patung, menaksir potensi tegalan yaitu volume per tahun yang dapat dipungut dan masing-masing jenis kayu yang terdapat di tegalan, menaksir kebutuhan baban baku kayu yang diperlukan oleh industri kerajinan patung, dan untuk mengetahui kemampuan tegalan di dalam memenuhi kebutuhan bahan baku yang diperlukan oleh industri kerajinan patung di Kecamatan Sukawati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif yang berupa studi kasus. Sepuluh jenis kayu yang biasa dijadikan bahan baku industri kerajinan patung yang terdapat di tegalan adalah Kayu nangka (Artocarpus communis), waru (Hibiscus tiliaceus), sawo kecik (Manilkara kauki), jati (Tectona grandis), cempaka (Elmerrilia spp.), pangal buaya (Fagara rhetza), sengon (Paraserianthes falcataria), nyantoh (Palaquium spp.), pakel (Mangifera odorata), dan durian (Durio spp.). Kayu cempaka, sengon, nyantoh, durian, dan pakel digabung menjadi satu dan disebut dengan jenis lainnya karena kelima jenis ini bisa saling menggantikan sebagai bahan baku industri kerajinan patung. Volume kayu yang dapat dipungut dari tegalan adalah untuk kayu nangka 150,5691 m3/th, jati 24,7632 m3/th, sawo kecik 29,1115 m3/th, pangal buaya 36,8500 m3/th, warn 18,4987 m3/th, dan jenis lainnya 357,6660 m3/th. Bahan baku yang diperlukan oleh industri kerajinan patung adalah untuk kayu jati 5372,6210 m3/th, nangka 3582,2601 m3/th, sawo kecik 421,4424 m3/th, pangal buaya 736,7551 m3/th, waru 632,1635 m3/th, dan jenis lainnya 4635,86660 m3/th. Kebutuhan bahan baku industri kerajinan patung yang dapat dipenuhi oleh tegalan adalah untuk kayu jati 0,46%, nangka 4,20%, sawo kecik 6,91%, pangal buaya 5,00%, waru 2,93%, dan jenis lainnya 7,72%.
Kata Kunci : -