Laporkan Masalah

PENGARUH LAMA PELARUTAN DAN KONSENTRASI PELARUT YANG BERBEDA TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS LAK PUTIH

PANCA WARDANI, Kasmudjo

1996 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penelitian Yang Berjudul Pengaruh Lama kelarutan Dan Konsentrasi Pelarut Yang Berbeda Terhadap Rendemen Dan Kualitas Lak Putih bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pelarutan dan konsentrasi pelarut, interaksi kedua faktor tersebut serta mendapatkan konsentrasi pelarut dan lama pelarutan yang optimal terhadap rendemen dan kualitas lak putih. Cara penelitian ini dimulai dengan menyiapkan bahan lak butiran seberat 0,6 kg dicuci dahulu dengan air, kemudian dimasukkan dalam larutan soda abu dengan konsentrasi 1%, 2%, 3% dan dipanaskan di atas pemanas dengan lama pelarutan 1 jam, 2 jam , 3 jam pada suhu 70°C - 90°C. Setelah pemanasan selesai dilakukan penyaringan larutan lak butiran dengan kain belacu (penyaringan dilakukan ketika larutan tersebut masih hangat) . Larutan tersebut kemudian diputihkan dengan larutan pemutih dan dilajutkan dengan proses pengasaman/penggumpalan dengan akisir H2SO4 konsentrasi 2% agar terbentuk gumpalan-gumpalan lak putih. Gumpalan-gumpalan tersebut kemudian dicuci bersih. Jika ingin agar bentuk lak putih tersebut menarik maka dilakukan pencetakan, akan tetapi jika tidak, dapat langsung dikeringkan dengan jalan diangin-anginkan selama ± 15 hari atau dengan pengovenan selama ± 15 hari pada suhu ± 41°C. Dengan demikian telah diperoleh lak putih kering yang siap untuk uji kualitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen dan kualitas lak putih tidak dipengaruhi oleh faktor lama pelarutan 1 jam, 2 jam, 3 jam dan konsentrasi pelarut 1%, 2% , 3%. Akan tetapi interaksi kedua faktor tersebut menghasilkan uji kualitas yang berupa uji ketidaklarutan dalam alkohol panas yang berbeda nyata pada taraf uji 0,1 yaitu pada lama pelarutan 2 jam dan konsentrasi pelarut 2% dan pengaruh dalam uji lanjut kontras ortogonal berupa pengaruh kuadratik, yang mana pengaruh kuadratik. Dengan kata lain, peningkatan atau penurunan untuk setiap peningkatan taraf tidak konstan akan tetapi berubah secara progresif. Disamping itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa rendemen dan kualitas lak putih yang diperoleh optimal pada lama pelarutan 1 jam dan konsentrasi pelarut 1 % sehingga kondisi ini memperlihatkan bahwa konsentrasi pelarut yang dipakai paling sedikit dan lama pelarutan yang dilakukan paling cepat dapat memberikan hasil rende¬ men dan kualitas terbaik. Adapun saran yang dapat dikemukakan berkaitan dalam penelitian ini agar diupayakan menggunakan bahan lak butiran yang benar-benar homogen, mengetahui informasi tentang variabel yang digunakan secara tepat dan untuk uji rendemen agar dilakukan pada kondisi lak putih berwujud gumpalan-gumpalan kecil.

Kata Kunci : Rendeman, kualitas, lak putih

  1. S1-FKT-1996-62177-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1996-62177-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1996-62177-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1996-62177-title.pdf