STUDI KONTRIBUSI PAKAN TERNAK DARI PILOT PROYEK PENGELOLAAN HUTAN JATI OPTIMAL (Studi Kasus di RPH Randualas, BKPH Dungus, KPH Madiun)
Tunggul Wiyatno, Heru Iswantoro, Djuwadi
1996 | Skripsi | S1 KEHUTANANMasalah keamanan hutan tidak saja disebabkan oleh tekanan penduduk, akan tetapi juga oleh tingkat populasi ternak yang tinggi . Pilot Proyek Pengelolaan Hutan Jati Optimal atau Management Regime (MR) yang dilaksanakan di RPH Randualas, BKPH Dungus, KPH Madiun dapat dijadikan sebagai salah satu jalan pemecahannya. Penelitian ini untuk mengetahui kontribusi pakan ternak dari lahan yang tersedia, kebutuhan ternak dalam pemenuhan pakannya, penyediaan lahan yang sesuai dengan kebutuhan pakan ternak, dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan HMT dilakukan di petak 143 A dan 148 B. Bahan untuk penelitian menggunakan 2 parameter, yakni lahan MR dan ternak. Penelitian dilakukan dengan membuat plot-plot sample secara random/acak sesuai dengan jumlah sample yang ditetapkan sebesar (25-35)Z dari total luas areal, selanjutnya dilakukan penimbangan sisa limbah untuk mengetahui kontribusinya. Ternak sample yang dimiliki penduduk di areal sample diukur lingkar badannya untuk mengetahui kebutuhan pakannya. Dilakukan wawancara dengan penduduk pemegang lahan andil untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil limbah HMT. Basil penelitian berupa kontribusi pakan ternak dengan menggunakan Selang Taksiran/Confident Interfal pads . taraf uji 0.01 sebesar 27.058,52282 kg/hari(1 musim panen = 6 bulan) ; total kebutuhan pakan ternaknya 3.928,001 kg/hari; luas lahan optimal untuk kondisi ternak saat ini sebesar 26, 13 ha; sedang analisis faktor yang mempengaruhi produksi HMT ada 2 dependent variable(Yl, Y2> dan 7 independent variable(DV1, DV2, DV3, XI, X2, X3, X4) , dengan analisis regresi berganda maka variabel yang "significant" pada Yl adalah XI, X2, X3, dan X4, sedang yang "significant" pada Y2 adalah XI, X3, dan X4, untuk variabel variabei yang lain "non significant". Setelah melihat hasil penelitian di atas maka disarankan, yakni 1. Kontribusi pakan ternak yang melimpah dan jumlah ternak yang masih sedikit maka dianjurkan kepada penduduk untuk memelihara ternak lebih banyak, 2. Perlu penerapan teknologi tepat guna untuk mengatasi hasil limbah pertanian yang melimpah, salah satu teknologinya adalah SILASE, 3. Hasil limbah yang berlebihan dapat digunakan untuk keperluan lain, 4. Hasil analisis regresi dapat digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan suatu areal, 5. Untuk mass , mendatang sebaiknya pengambilan HMT dilakukan di areal MR.
Kata Kunci : Pilot Proyek Pengelolaan Hutan Jati Optimal atau Management Regime(MR) , Selang Taksiran, Dependent Variable dan Independent Variable.