Laporkan Masalah

Tingkat Livabilitas Ruang Terbuka Publik Kawasan Pantai Panjang Bengkulu Berdasarkan Persepsi Pengguna Ruang

SELVA ROSITA SARI, M. Sani Roychansyah S.T., M.Eng., D.Eng.

2019 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Kawasan Pantai Panjang merupakan ruang terbuka publik Kota Bengkulu yang membentang sepanjang 7km dengan lebar pantai hingga 500m. Sebagai salah satu objek wisata dan ruang terbuka publik, Pemerintah Kota Bengkulu berupaya untuk mengoptimalkan potensi kawasan Pantai Panjang dengan menyediakan berbagai fasilitas serta generator aktivitas pada masing-masing zona. Generator aktivitas tersebut di antaranya berupa pengadaan taman, amphitheater, pusat kuliner, revitalisasi objek wisata kampung cina dan sebagainya. Kondisi saat ini menunjukkan adanya kesenjangan intensitas aktivitas di sepanjang pantai, dimana zona 3 memiliki tingkat intensitas aktivitas yang lebih tinggi. Padahal jika ditinjau berdasarkan ekosistem ataupun ketersediaan elemen dari ketujuh zona tersebut memiliki kesamaan yaitu pantai berpasir yang dilengkapi dengan hutan pinus dan elemen ruang terbuka publik. Penelitian ini fokus terhadap aspek livabilitas ruang terbuka publik. Livabilitas merupakan suatu konsep yang membahas secara luas dan relatif mengenai kenyamanan pengguna ruang dalam melakukan aktivitas di dalamnya. Penilaian livabilitas suatu ruang dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan persepsi dan ekspektasi pengguna ruang. Berdasarkan kondisi lapangan dan mengacu pada teori Shirvani (1985) yang menyatakan bahwa ruang terbuka di dalam kota dapat berbentuk natural atau man made, maka pada zona 3 ditentukan dua jenis ruang terbuka publik yaitu ruang terbuka publik alami dan buatan. Dengan adanya perbedaan pembentuk ruang tersebut diharapkan dapat menemukan tingkat livabilitas dan tingkat kepentingan elemen pada masing-masing ruang berdasarkan persepsi dan ekspektasi pengguna ruang. Sehingga dapat menjadi acuan bagi ruang terbuka baik alami maupun buatan pada zona lainnya di sepanjang kawasan Pantai Panjang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuisioner. Analisis data menggunakan teknik tabulasi data dan pendekatan Importance Perfromance Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat livabilitas ruang terbuka publik alami dan buatan termasuk dalam kategori sedang serta adanya perbedaan tingkat kepentingan elemen pada ruang terbuka publik alami dan buatan di kawasan Pantai Panjang Bengkulu. Kata kunci: Ruang terbuka publik, Livabilitas, Persepsi

Pantai Panjang Area is a public open space in the city of Bengkulu that stretches 7km with a beach width of up to 500m. As one of the tourist attractions and public open spaces, the Bengkulu City Government tried to optimize the potential of the Pantai Panjang area by providing various facilities and activity generators in each zone. The generator of activities includes providing parks, amphitheater, culinary center, revitalizing chinese town, etc. Current conditions indicate a gap in activity intensity along the coast, where zone 3 has a higher level of activity intensity. Even if it is reviewed based on ecosystems or the availability of elements from the seven zones have similarities, namely sandy beaches with pine forests and elements of public open space. This research focuses on the livability aspects of public open space. Livability is a concept that addresses broadly and relatively about the convenience of space users in carrying out activities in it. Assessment of the livability for a space can be done with various approaches, in this study based on the perceptions and expectations of space users. Based on field conditions and referring to the theory of Shirvani (1985) which states that open space in a city can be natural or man made, then in zone 3 is determined into two types of public open spaces, namely natural and built public open spaces. The differences of the space form is expected to find the level of livability and importance level of elements in public open space based on the perceptions and expectations of space users. So that it can be a reference for natural and built open spaces in other zones along the Pantai Panjang area. This study uses qualitative research methods with quantitative descriptive. Data collection is done by observation and distribution of questionnaires. Data analysis uses data tabulation techniques and Importance Performance Analysis (IPA) approaches. The results of this study indicate the level of livability of natural and built public open spaces is included in the medium category and there are differences in the importance level of elements in natural and built public open spaces in the Bengkulu Long Beach area. Keywords: Public open space, Livability, Perception

Kata Kunci : Ruang terbuka publik, Livabilitas, Persepsi

  1. S2-2019-419528-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419528-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419528-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419528-title.pdf