Laporkan Masalah

PENGARUH PHASE FEEDING TERHADAP DEWASA KELAMIN DAN UKURAN ALAT REPRODUKSI AYAM PETELUR

Purwanto, Al Atif Edy , Prof.Dr.Ir. Tri Yuwanta,SO.PEA

2003 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh phase feeding menjelang dewasa kelamin dan puncak produksi terhadap dewasa kelamin dan aiat reproduksi ayam petelur. Sebanyak 120 ekor pallet umur 18 minggu aigunakan daiam penelitian ini. Avam dicagi daiam 5 kelompok perlakuan yaitu PI : ayam diberi pakan A perlakuan sebagai kontrol, P2 : ayam diberi perlakuan pakan B pada umur 19-20 minggu (saat dewasa kelamin ) kemudian diberi pakan A, P3 : ayam diberi pakan B pada umur 27-28 minggu, dan diberi pakan A sebelum dan sesudah perlakuan. P4 : ayam diberi pakan B pada umur 19-20 minggu dan 27-28 minggu , diberi pakan A diantara umur perlakuan dan sesudah perlakuan, P5 : ayam diberi pakan B dari umur 19-28 minggu kemudian diberi pakan A. Pakan B adalah pakan phase feeding yang mengandung CP 19,5% dan ME 2.840 kcal/kg, sedangkan pakan A mengandung CP 16,5% dan ME 2.750 kcal/ kg. Pemotongan sampel ayam dilakukan pada umur 21 minggu, 29 minggu dan 33 minggu masing - masing sebanyak 4 ekor per perlakuan. Data yang dikumpulkan meliputi umur dewasa kelamin, berat telur awal, berat ovarium, berat oviduk dan panjang oviduk. Data umur dewasa kelamin dan berat telur awal yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi rancangan acak lengkap pola searah, sedangkan status alat reproduksi dianalisis menggunakan slitplot. Basil yang berbeda kemudian dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur dewasa kelamin, berat telur awal, berat ovarium, berat oviduk dan panjang oviduk tidak berbeda diantara perlakuan. Berat ovarium, berat dan panjang oviduk dipengaruhi nyata ( P<0,05)oleh umur ayam. (Kata kunci ; Phase feeding , Dewasa Kelamin dan Puncak Produksi, Alat 'Reproduksi)

The experiment was conducted to determine the effect of Phase Feeding (PF) on right before sexual maturity and peak of laying to sexual maturity and reproductive tract size laying hens. One hundred and twenty heads of pullets used in this experiment. Hens were ramdomly devided into five treatment groups, namely PI : hen fed A as control, P2 : hen fed B right before the age of sexual maturity ( 19-20 weeks), and followed by fed A, P 3 :nens fed B during peak of laying ( 27-28 weeks), then fed A, P4 : hens fed B at 19-20 weeks age and 27-28 weeks age, previuos fed A, P5 : hens fed B at 19-28 weeks, then fed A. Fed B as phase feeding composed of 19.5% CP and 2,840 kcal ME /kg, whereas fed A composed of 16.5% CP and 2,750 kcal ME /kg. Hens sampel were slaughtered at 21, 29 and 33 weeks at age, respectively. Data collected were age of sexual maturity, first egg, ovary, and oviduct weights; and oviduct length. Data sexual maturity at age and first egg weight were analyzed by Completely Randomized Design, while ovary and oviduct weights; and oviduct length analiyzed by Split-plot Design. The result showed that age of sexual maturity, % first egg, ovary and oviduct weights; and oviduct length were not affected by treatment. Ovary and oviduct weights; and oviduct length were significantly affected by the age of birds ( P<0.05). (Wordkey : Phase feeding, Sexual maturity and Peak of Laying, Reproductive Tract )

Kata Kunci : Phase feeding , Dewasa Kelamin dan Puncak Produksi, Alat 'Reproduksi

  1. S1-FPT-2003-ALATIFEDYPURWANTO-abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2003-ALATIFEDYPURWANTO-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2003-ALATIFEDYPURWANTO-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2003-ALATIFEDYPURWANTO-title.pdf