ANALISIS DETERMINAN INTENSI KEPATUHAN PENGISIAN SPT TAHUNAN SECARA BENAR DENGAN PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR Studi pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Yogyakarta
AGUSTINA NURIA A, Supriyadi
2019 | Tesis | Magister ManajemenPenerimaan pajak Indonesia sejak tahun 2012 sampai saat ini belum memenuhi target, selain itu rasio pajak Indonesia terendah se-ASEAN. Rasio pajak yang rendah menunjukkan potensi penerimaan perpajakan belum digali sepenuhnya. Hal ini mungkin disebabkan karena keterbatasan data dan sistem perpajakan self-assesment yang memungkinkan Wajib Pajak memiliki intensi untuk melakukan penghindaran pajak. Wajib Pajak dapat melaporkan SPT tepat waktu, tetapi penghasilan yang dilaporkan hanya sebagian. Sesuai theory of planned behavior (Ajzen 2010), intensi untuk melakukan sesuatu dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku persepsian. Sikap merupakan interaksi dari kekuatan keyakinan dan evaluasi; norma subjektif merupakan interaksi dari keyakinan normatif dan motivasi; dan kontrol perilaku persepsian merupakan interaksi dari keyakinan kontrol dan kekuatan kontrol. Semakin kuat intensi untuk patuh, semakin besar kemungkinan kepatuhan tersebut dilakukan. Penelitian ini merupakan studi yang berfokus pada pengujian hipotesis dan bertujuan untuk menguji pengaruh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap intensi kepatuhan mengisi SPT Tahunan dengan benar. Data pada penelitian merupakan data primer yang didapat melalui penyebaran kuesioner kepada Wajib Pajak yang ada di lima KPP Pratama di Yogyakarta dengan sampel sebanyak 137 responden. Penelitian ini menggunakan variabel kontrol gender dan edukasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan berupa sikap untuk patuh berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi kepatuhan dalam pengisian SPT Tahunan secara benar, sementara norma subjektif dan kontrol perilaku persepsian tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi kepatuhan dalam pengisian SPT Tahunan secara benar.
Tax revenue in Indonesia since 2012 is not on target, moreover tax ratio in Indonesia is the lowest in ASEAN. A low tax ratio indicates the tax potential has not been fully explored. This problem might be due to data limitations and the self-assessment system that allows taxpayers to have an intention to carry out tax avoidance. Taxpayers can report Annual Tax Return on time, but the income reported is only partially. In accordance with the Theory of Planned Behavior (Ajzen 2010), intention to do something is influenced by three factors. The factors are attitudes, subjective norms, and control of perceived behavior. Attitude is an interaction of the power of belief and evaluation; subjective norms are interactions of normative and motivational beliefs; and perceived behavioral control is the interaction of control beliefs and control power. The stronger the intention to obey, the more likely the compliance is done. This research of study focuses on testing hypotheses and examining the effect of attitudes, subjective norms, and control of perceived behavior on compliance intentions to fill Annual Tax Returns correctly. The data in the study are primary data obtained through the distribution of questionnaires to taxpayers in five KPP Pratama in Yogyakarta with a sample of 137 respondents. This study uses gender and education as control variables. Based on the conducted research, the conclusions are attitudes has a positive and significant effect on the intention of compliance in filling out the Annual Tax Return correctly, while subjective norms and perceived behavioral control have no significant effect on compliance intentions in filling in Annual Tax Returns correctly.
Kata Kunci : theory of planned behavior, tax compliance intentions, Annual Tax Report, tax avoidance