Dampak Intervensi Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi dalam Mencegah Timbulnya Niat Perilaku Seksual pada Remaja
FAHRURRAJIB, Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG(K), Ph.D; Prof. dr. Djaswadi Dasuki, MPH, SpOG(K), Ph.D.
2019 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi bertujuan untuk membekali anak-anak dan remaja dengan pengetahuan, nilai-nilai dan sikap, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah-masalah terkait kesehatan seksual dan reproduksinnya. Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi sangat dibutuhkan oleh remaja terutama mereka yang belum aktif secara seksual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak intervensi pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi pada niat perlindungan perilaku seksual pada remaja di Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Metode: Desain penelitian nonequivalent control group design untuk mengevaluasi dampak intervensi pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja usia 13-18 tahun di Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Subjek penelitian berjumlah 68 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi disampaikan melalui metode presentasi dan diikuti dengan sesi diskusi. Dampak intervensi pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi pada niat perlindungan perilaku seksual berisiko dianalisis menggunakan uji independent samples t-test. Analisis hubungan menggunakan uji pearson correlation, sedangkan pada analisis multivariabel menggunakan multiple linear regression. Semua tes menggunakan tingkat kepercayaan 95% dan nilai p >=0,05. Hasil: Perbedaan yang signifikan dalam niat perlindungan perilaku seksual berisiko (Area Under Curve (AUC) diff = 0.32; 95% CI = 0.17, 0.48) lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan kontrol. Prediktor dari niat perlindungan perilaku seksual berisiko termasuk jenis kelamin, pengetahuan kesehatan seksual dan reproduksi, dan persepsi perilaku kesehatan seksual dan reproduksi (keparahan, efikasi respon, dan efikasi diri). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi memberikan kontribusi dalam mencegah timbulnya niat perilaku seksual berisiko pada remaja. Untuk mempertahankan dan meningkatkan niat perlindungan perilaku seksual berisiko pada remaja di masa mendatang, maka kegiatan pembelajaran dan diskusi rutin harus dilakukan tiap bulan dengan konten-konten yang sesuai dengan kebutuhan remaja disekolah.
Background: Sexual and reproductive health education aims to equip children and adolescents with knowledge, values and attitudes, and skills in problems solving related to sexual and reproductive health. Sexual and reproductive health education is needed by adolescents, especially those who have not been sexually active. This study aims to determine the impact of sexual and reproductive health education interventions on the intention to protect sexual behavior on adolescents in Bima City, West Nusa Tenggara. Metode: The study design use nonequivalent control group design was to evaluate the impact of sexual and reproductive health education interventions on adolescents aged 13-18 years in Bima City, West Nusa Tenggara. The research sample was 68 people. Interventions were delivered through presentation methods and followed by discussion sessions. The impact of sexual and reproductive health education interventions on the intention to protect risk sexual behavior was analyzed using independent samples t-test.. The associated analysis using the pearson correlation test, while multivariable analysis used multiple regression. All tests used confidence level of 95% and p-value >= 0.05. Results: Significant differences in the intention to protect risk sexual behavior (Area Under Curve (AUC) diff = 0.32; 95% CI = 0.17, 0.48) was higher in experimental group compared to control. Predictors of intention to protect risk sexual behavior included gender, knowledge of sexual and reproductive health, and perception of sexual and reproductive health behaviors (severity, response efficacy, and self- efficacy). Conclusion: Sexual and reproductive health education makes a major contribution in preventing the emergence of sexual behavior intentions in adolescents. To maintain and increase the intention to protect risk sexual behavior on adolescents in the future, regular learning and discussion activities must be carried out every month with content that fits the needs of adolescents at school.
Kata Kunci : Remaja; Niat perilaku seksual; Kesehatan seksual; Kesehatan reproduksi, Adolescents; Intention of sexual behavior; Sexual health; Reproductive health