PENAKSIRAN POTENSI TEGAKAN JENIS - JENIS KOMERSIAL PADA HUTAN MANGROVE DI IRIAN JAYA (Studi Kasus di HPH Bintuni Utama Murni Wood Industries)
ABRAHAM KALIAGA BANGUN, Dr. Ir. Setyono Sastrosumarto
1996 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan mangrove yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu 4,25 juta Ha, hanya berkisar 3% dari total luas seluruh kawasan hutan yang dimiliki. Hutan mangrove mempunyai peranan yang penting sebagai suatu ekosistem, terutama untuk pelestarian flora dan fauna yang menempatinya. Disamping itu juga hutan mangrove menyediakan sarana penunjang ekonomi yang cukup tinggi, antara lain dari pengusahaan satwa, ikan, udang dan kayunya. Salah satu produksi dari hutan mangrove yang secara ekonomis dapat langsung diambil adalah kayunya, untuk bahan baku industri chip atau pulp. Penelitian dilakukan didaerah kawasan konsesi HPH PT. Bintuni Utama Murni Wood Industries,yang berada di Kabupaten Manokwari, Propinsi Irian Jaya. Unit pengamatan yang dilakukan adalah pohon tunggal sebanyak 60 pohon dari tiga jenis pohon yang komersial yaitu Rhizophora apiculata (Bakau), Brugiera gymnorhiza (Tumuk), Bruguiera palviflora (Langedai). Pengukuran dilakukan dua tahap sebelum dan sesudah penebangan meliputi diameter (0>10 cm) dan tinggi total pohon. Kemudian sesudah penebangan pengukuran meliputi diameter pangkal seksi/tual, diameter ujung dan panjang seksi. Penentuan model dilakukan dengan regresi ganda yaitu dengan eliminasi langkah mundur. Dan dari data yang didapat 3 (tiga) model.
Kata Kunci : -