Laporkan Masalah

PERANAN PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL TUMPANGSARI TERHADAP PENDAPATAN DAN TINGKAT KEMISKINAN PESERTA PROGRAM STUDI KASUS DI RPH GUWO, BKPH GUWO, KPH TELAWA PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH

Slamet Juwanto, Ir. Heru Iswantoro, MA

1996 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Salah satu strategi pengelolaan hutan yang diterapkan oleh Perum Perhutani adalah penerapan konsep Perhutanan Sosial (PS). Tumpangsari yang mengikutsertakan masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan hutan, dengan memberikan lahan garapan pada mereka dengan jangka waktu tertentu dengan kewajiban menanam tanaman kehutanan pada areal yang diberikan, disamping itu mereka diberi hak untuk menanam tanaman pertanian. Penelitian yang berjudul "Peranan Perhutanan Sosial Tumpangsari terhadap Pendapatan dan Tingkat Kemiskinan Peserta Program" ini bertujuan: 1. Mengetahui peranan Perhutanan Sosial terhadap pendapatan peserta program pada masing-masing golongan kepemilikan lahan, 2. Menganalisis peranan Perhutanan Sosial terhadap tingkat kemiskinan rumah tangga peserta program, 3. Menganalisis peranan Perhutanan Sosial terhadap distribusi pendapatan peserta program Penelitian ini dilakukan di anak petak 86F, 95D dan 104A RPH Guwo, BKPH Telawa, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Data yang diambil dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari wawancara di lapangan, sedangkan data sekunder diambil dari Kantor Desa Guwo, Kantor Kecamatan Kemusu fan Instansi Kehutanan (Perum Perhutani). Metode pengambilan data didasarkan pada stratifikasi random sampling berdasarkan golongan kepemilikan lahan. Analisis data yang digunakan meliputi analisis persentase pendapatan dari lahan Perhutanan Sosial, analisis tingkat kemiskinan peserta program dengan tolok ukur Biro Pusat Statistik (BPS) 1993, analisis distribusi pendapatan peserta program berdasarkan kriteria Bank Dunia. Dari analisis data ternyata Perhutanan Sosial mampu memberikan kontribusi pendapatan peserta program yang cukup besar. Pada strata I pendapatan dari lahan PS memberikan kontribusi 18,8% dari pendapatan pesanggem selama setahun. Pada strata II, pendapatan dari lahan PS memberikan kontribusi sebesar 24,5%, pada strata III pendapatan dari lahan PS memberikan kontribusi sebesar 31,3% dan pada strata IV pendapatan dari lahan PS memberikan kontribusi sebesar 39,4%. Perhutanan Sosial mampu mengurangi jumlah rumah tangga pesanggem yang berada di bawah garis kemiskinan pada masing-masing strata. Pada strata I mampu mengurangi 1 RT pesanggem, pada strata II mampu mengurangi 2 rumah tangga pesanggem yang berada di bawah garis kemiskinan, pada strata III mampu mengurangi 3 rumah tangga pesanggem yang berada di bawah garis kemiskinan, pada strata IV mampu mengurangi 6 rumah tangga pesanggem yang berada di bawah garis kemiskinan. Program tumpangsari Perhutanan Sosial mampu memperbaiki distribusi pendapatan dari ketidakmerataan sedang menjadi ketidakmerataan rendah.

Kata Kunci : -

  1. S1-FKT-1996-76516-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1996-76516-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1996-76516-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1996-76516-title.pdf