Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010-2016
MEIDY TALINGKAS, Prof. Catur Sugiyanto, M.A., Ph.D.
2019 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah daerah (yaitu sub fungsi pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan umum) terhadap Indeks Pembangunan Manusia kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara. Regresi data panel digunakan dalam analisis untuk 15 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2010-2016. Random Effect Model (REM) dipilih untuk teknik estimasi. Belanja pemerintah daerah diukur menggunakan nilai riil belanja pemerintah daerah untuk sub fungsi pendidikan, nilai riil belanja pemerintah daerah untuk sub fungsi kesehatan, dan nilai riil belanja pemerintah daerah untuk sub fungsi pekerjaan umum, sedangkan PDRB per kapita dan persentase kemiskinan diperlakukan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja pemerintah daerah untuk sub fungsi pendidikan dan kesehatan secara positif dan signifikan memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara. Belanja pemerintah daerah untuk sub fungsi pekerjaan umum menunjukkan efek positif, tetapi tidak signifikan. Selain itu, belanja pemerintah daerah untuk sub fungsi pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan umum, PDRB per kapita dan persentase kemiskinan secara simultan memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara. Status kabupaten/kota berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan perlu mendapat perhatian yang lebih karena belanja pemerintah daerah sub fungsi pendidikan dan belanja pemerintah daerah sub fungsi kesehatan berada paling rendah di bawah rata-rata.
This study aimed to analyze the effect of local government expenditure (i.e. education, health, and public works sub-functions) on the regency/city's Human Development Index in North Sulawesi Province. Panel data regression was used in the analysis for 15 regencies/cities in North Sulawesi Province in 2010-2016. Random Effect Model (REM) were chosen for estimation's technique. Local government expenditures were measured using the real value of local government expenditure on education sub-function, the real value of local government expenditure on health sub-function, and the real value of local government expenditure on public works sub-function, while GRDP per capita and percentage of poverty were treated as control variables. Results showed that local government expenditure on education and health sub-functions positively and significantly effected the regency/city's Human Development Index in North Sulawesi Province. Local government expenditure on public works sub-function showed a positive, but not significant effect. Furthermore, local government expenditure on education, health, and public works sub-functions, GRDP per capita and percentage of poverty simultaneously effected the regency/city Human Development Index in North Sulawesi Province. Regency/ city status has a positive and significant effect on HDI. South Bolaang Mongondow Regency needs to be considered more because local government expenditure on education sub-functions and local government expenditure on health sub-functions is the lowest under the average.
Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, belanja pemerintah daerah, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, PDRB per kapita, persentase kemiskinan