Laporkan Masalah

STUDI KERUSAKAN TEGAKAN TINGGAL TINGKAT POHON SEBAGAI AKIBAT SISTEM TEBANGAN MEKANIS Dl HPH PT. BELAYAN RIVER TIMBER KALIMANTAN TIMUR

TRIADI ANDRIANTO, Setyono Sastrosumarto

1996 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kerusakan hutan merupakan risiko dan dianggap sebagai pengorbanan yang tidak bisa dihindarkan dalam pengusahaan hutan, walupun demikian batas toleransi kerusakan yang tidak boleh dilampaui hams ditetapkan agar kemsakan yang teijadi tidak bersifat permanen dan dapat diperbaiki, sehingga prinsip pemanfatan sumber daya hutan secara lestari dapat terus dipertahankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kerusakan tegakan tinggal tingkat pohon akibat kegiatan penebangan secara mekanis dan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kerusakan dengan faktor yang berpengaruh. Bahan dari penelitian ini berupa pohon-pohon dari blok tebangan RKT tahun 1995/1996 pada petak 262 dan 263 areal hutan HPH PT. Belayan River Timber Kalimantan Timur. Metode yang digunakan untuk mengambil data di lapangan adalah dengan metode uniform sistemetic sampling dengan luas setiap petak ukur 1 ha berbentuk bujur sangkar. Pohon yang dianggap sebagai sampel adalah pohon dengan diameter 20 cm tanpa membedakan jenis komersial atau non komersial tetapi di kelompokkan dalam kelas diameter dan macam kerusakan yang terjadi. Pengukuran pohon sampel dilakukan dalam dua tahap yaitu sebelum penebangan yang meliputi diameter dan tinggi serta jumlah pohon dalam petak ukur sedang setelah penebangan dilakukan perhitungan jumlah pohon yang ditebang serta jumlah pohon dan macam kemsakan yang terjadi pada tegakan tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat macam kerusakan yang diamati, kerusakan patah, roboh atau kerusakan tajuk lebih dari 75% merupakan kerusakan terbesar yaitu sebesar 32,42%, sedangkan dari lima kelas diameter yang diamati kerusakan terbesar terjadi pada kelas diameter 60 cm ke atas yaitu sebesar 11,61%. Penyebab kerusakan yang diamati menunjukkan dua dari tiga penyebab berpengaruh nyata, penyebab kerusakan itu adalah jumlah pohon setelah penebangan per kelas diameter dan jumlah pohon yang di tebang. Pengaruh jumlah pohon setelah penebangan per kelas diameter terhadap kerusakan adalah semakin sedikit jumlah pohon setelah penebangan pada setiap kelas diameter akan semakin besar intensitas kerusakannya, sedangkan untuk jumlah pohon yang di tebang adalah semakin banyak pohon yang di tebang semakin besar pula intensitas kerusakan yang terjadi.

Kata Kunci : Kerusakan tegakan tinggal, tebangan mekanis,

  1. S1-FKT-1996-76508-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1996-76508-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1996-76508-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1996-76508-title.pdf