Laporkan Masalah

PERANCANGAN RUMAH TINGGAL SEDERHANA DALAM UPAYA MENDUKUNG PROGRAM SEJUTA RUMAH

ALI RIDHO, Dr. Inggar Septhia Irawati, S.T., M.T.

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Keuangan mempunyai program sejuta rumah yang bertujuan memfasilitasi rakyat ekonomi menengah ke bawah untuk memiliki rumah sendiri. Dengan minimnya lahan untuk rumah di perkotaan menjadikan program ini tidak pernah mencapai target, sehingga diperlukan alternatif desain rumah tinggal sederhana pada luasan tanah yang terbatas. Perancangan rumah yang didesain adalah dua buah rumah tipe 36 yang dibangun secara satu kesatuan struktur di atas tanah berukuran 72 m2 dengan tiga variasi pembebanan, dua variasi penggunaan bekisting dan dua variasi dinding. Pada variasi pembeban, variasi pertama adalah kombinasi dari beban mati, hidup, angin, hujan dan gempa, variasi kedua adalah kombinasi dari beban mati, hidup, angin dan hujan, sedangkan variasi ketiga adalah kombinasi dari beban mati dan hidup. Pada variasi bekisting, dilakukan perhitungan harga dengan asumsi bekisting digunakan sekali dan dua kali. Sedangkan pada variasi dinding digunakan dinding bata penuh dan kombinasi dinding bata dan dinding bambu plester. Dari variasi tersebut didapatkan 12 kombinasi. Berdasarkan hasil dari perancangan ini, disimpulkan bahwa kombinasi 2 merupakan yang paling optimal dengan harga Rp.2.730.434.78/m^2 dan harga total Rp.188.405.347. Penggunaan bekisting hingga dua kali dapat menekan harga rumah 10.80% hingga 12.08%. Sedangkan penekanan harga dari penggantian material dinding relatif kecil yaitu 1.64% hingga 2.03%, hal ini disebabkan tidak dominannya pekerjaan dinding terhadap pekerjaan konstruksi secara keseluruhan.

The government through the Ministry of Public Works and People's Housing and the Ministry of Finance has a sejuta rumah (million houses) program that aims to facilitate people with lower middle-income economies to own their own home. Due the lack of land for homes in urban areas, the program has never reached its target, so that alternative housing designs are needed to support this program. The design of the house that was designed was two type 36 houses which are built in one unit on a 72 m2 land with three variations of loading, two variations in the use of formwork and two variations of walls. In loading variations, the first variation is a combination of dead load, life, wind, rain and earthquake, the second variation is a combination of dead, life, wind and rain, while the third variation is a combination of dead and living loads. In variations of formwork, price calculations are carried out assuming the formwork is used once and twice. Whereas in a variety of walls full brick walls and a combination of brick walls and bamboo walls. From these variations 12 combinations are obtained. Based on the results of this design, it is concluded that combination 2 was the most optimal at the price of Rp.2,730,434.78 /m2 and the total price is Rp.188,405,347. The use of formwork up to twice can reduce house prices by 10.80% to 12.08%. While the price emphasis from replacing wall material is relatively small at 1.64% to 2.03%, this is due to the non-dominant wall work on the overall construction work.

Kata Kunci : rumah, rumah sederhana, dinding bambu plester, dinding pasangan bata

  1. S1-2019-319551-abstract.pdf  
  2. S1-2019-319551-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-319551-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-319551-title.pdf