ASPEK SPASIAL PEMBENTUK KETANGGUHAN TERHADAP BENCANA BERBASIS KOMUNITAS (STUDI KASUS DI KOTA YOGYAKARTA)
FERBUM N TELNONI, Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc.,Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTATingginya risiko tejadi bencana dan rendahnya upaya penanggulangan bencana sampai saat ini masih merupakan masalah serius bagi Pemerintah dan Masyarakat. Kejadian Bencana telah mengakibatkan dampak dan risiko yang cukup besar bagi Pemerintah dan Masyarakat baik secara material maupun non material. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengembangkan program pengurangan resiko bencana berbasis komunitas melalui pengembangan Desa-Desa dan Kelurahan-Kelurahan yang tangguh terhadap bencana. Salah satu Kota yang mengadopsi program Desa Tangguh Bencana secara meluas adalah Kota Yogyakarta. Potensi bencana yang ada di Kota Yogyakarta diantaranya adalah gempa bumi, banjir, angin puting beliung dan kebakaran. Menghadapi potensi bencana ini kampung-kampung yang berada di sepanjang 3 (tiga) aliran Sungai besar yang melewati Kota Yogyakarta yaitu Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong mau tidak mau harus siap dan sadar bahwa kampungnya berada di daerah rawan bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi faktor-faktor spasial yang mendukung sistem ketangguhan terhadap bencana dan mengidentifikasi kegiatan masyarakat dalam pembentukan sistem ketangguhan terhadap bencana yang berdampak pada penataan ruang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode penelitian kombinasi (Mix Method) dengan metode analisis regresi berganda. Regresi bertujuan untuk menguji pengaruh antara variabel dependen dengan variabel independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor spasial yang mendukung sistem ketangguhan terhadap bencana di Kota Yogyakarta adalah Jumlah Fasilitas Titik Kumpul, Lebar Fasilitas Jalur Evakuasi dan Luas Fasilitas Tempat Evakuasi.
The high risk of disasters and the low level of disaster management efforts is still a serious problem for the Government and the Community. Disaster events have caused significant impacts and risks for the Government and the Community both materially and non-materially. The National Disaster Management Agency develops community-based disaster risk reduction programs through the development of resilient Villages and Villages. One of the cities that adopted the Tangguh Village Disaster program extensively is the city of Yogyakarta. Potential disasters in Yogyakarta include earthquakes, floods, tornadoes and fires. Facing the potential for disasters, villages that are located along 3 (three) major river flows that pass through the city of Yogyakarta, river Code, Winongo, and Gajah Wong, inevitably must be prepared and aware that their villages are in disaster-prone areas. The purpose of this study is to identify spatial factors that support disaster resilience systems and identify community activities in the formation of resilience systems for disasters that have an impact on spatial planning. This research was conducted with a combination of research methods and multiple regression analysis methods. Regression aims to examine the influence of the dependent variable with the independent variable. The results showed that the spatial factors that support the disaster resilience system in the city of Yogyakarta were the number of facilities for gathering points, width of facilities for evacuation lines and the extent of facilities for evacuation sites.
Kata Kunci : Aspek Spasial, Tangguh Bencana, Kota Yogyakarta