Hubungan Grit dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Bidikmisi Universitas Gadjah Mada
Alya Noor Azizah, Haryanto, Drs., M.Si., Psikolog
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIGrit merupakan teori psikologis baru yang digadang-gadang mampu memprediksi kesuksesan akademik individu. Meskipun demikian, penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam. Hasil penelitian terdahulu yang tidak konsisten menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai grit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dengan prestasi belajar/IPK mahasiswa Bidikmisi Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kuesioner sebagai alat pengambilan data. 198 responden terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya korelasi antara grit dengan prestasi belajar/IPK pada mahasiswa/i Bidikmisi Universitas Gadjah Mada. Grit juga diketahui tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika dilihat berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, angkatan, kluster dan fakultas. Rata-rata IPK juga tidak memiliki perbedaan yang signifikan berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, dan angkatan. Meskipun demikian, ditemukan perbedaan rata-rata IPK yang signifikan jika dilihat berdasarkan kelompok kluster dan fakultas.
Grit is a newly-created theory that is considered to be an important factor in predicting academic achievement. Nonetheless, previous studies have shown mixed results. Inconsistent results on those previous studies suggest the need for further research on grit. This study aims to find out the correlation between grit and academic achievement/GPA on Bidikmisi students in Universitas Gadjah Mada. This study uses quantitative method and questionnaire to collect data. There are 198 respondents who participated in this study. Results show that there is no correlation found between grit and academic achievement/GPA on Bidikmisi students in Universitas Gadjah Mada. Further analysis also shows that there are no differences of grit by age, gender, entrance year, cluster, and faculty. There are no differences of GPA by age, gender, and entrance year either, however significant differences of GPA were found within cluster and faculty groups.
Kata Kunci : grit, prestasi belajar, IPK, mahasiswa, bidikmisi