PERBANDINGAN LUARAN PERSALINAAN PADA IBU DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN YANG MELAHIRKAN SECARA SEKSIO SESAREA DAN VAGINAL DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
TIARA KUSUMANINGTYAS, Dr. dr. Diah Rumekti Hadiati,SpOG(K), MSc ; dr. R. Detty Siti Nurdiati, MPH, PhD, SpOG(K)
2019 | Tesis-Spesialis | OBSTETRI DAN GINEKOLOGILatar Belakang: Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kondisi penyakit jantung yang paling sering terdapat pada wanita hamil. Angka mortalitas ibu meningkat seiring peningkatan kehamilan dengan PJB. Sedangkan persalinan adalah prosesyang berisiko bagi ibu dengan PJB. Komplikasi maternal pada persalinan dengan PJB cenderung meningkat. Hingga kini metode persalinan terbaik masih diperdebatkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai luaran persalinan yang berupa luaran mortalitas dan morbiditas kardiak pada ibu dengan PJB yang melahirkan secara seksio sesarea dan secara vaginal. Metode: Penelitian dengan desain kohort retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara konsekutif pada subyek ibu hamil dengan PJB yang melahirkandi RSUP DR. Sardjito selama tahun 2012-2018. Dua kelompok metode persalinan yang dibandingkan yaitu persalinan seksio sesarea (SC) dan persalinan vaginal. Luaran penelitian adalah luaran persalinan yang berupa mortalitas ibu dan morbiditas kardiak. Data dianalisis dengan uji Chi Square dilanjutkan uji binary logistic. Hasil: Total sampel 155 subyek, terdiri dari 89 sampel pada kelompok vaginal dan 66 sampel pada kelompok SC. Metode persalinan tidak memperbaiki outcome mortalitas ibu pada kehamilan dengan PJB. Persalinan SC meningkatkan risiko mortalitas dan morbiditas kardiak gagal jantung secara klinis namun tidak bermakna secara statistik, dengan RR= 1.12 (95% CI : 0.94-2.05 ; p = 0.466) dan RR = 1.09 (95% CI (0.55-2.16 ; p = 0.811).Status fungsional jantung berdasarkan NYHA berhubungan dengan luaran mortalitas ibu dan morbiditas gagal jantung. Kekuatan penelitian ini 50%. Kesimpulan: Metode persalinan SC secara klinis meningkatkan risiko mortalitas ibu dan morbiditas kardiak pada kehamilan dengan PJB.
Background: Congenital heart disease (CHD) is the most common cardiac condition affecting women during pregnancy. CHD is the most important cause of maternal mortality. Pregnancy with heart disease associated with adverse delivery outcome. It remains high risk or even contraindicated in some of these women.There is no standardized management of pregnancy with heart disease. Mode of delivery in patients with CHD remains debatable. Objective: This study aims to compare the mortality and cardiac morbidity in women with CHD who delivered by cesarean section and vaginally. Methods: A retrospective cohort design study was conducted with consecutive sampling methods of pregnant women with CHD who gave birth at DR. Sardjito hospital during 2012-2018. Two groups of delivery methods were compared. Outcomes of the study were maternal mortality and maternal cardisac morbidity. Data were analyzed using the chi-square test or Fisher’s exact test and multivariate binary logistic test. A p-value of ,0.05 was considered statistically significant. Results: A total sample of 155 subjects, consisting of 66 samples in the cesarean section group and 89 samples in the vaginal group. Mode of delivery associated with mortality outcome clinically but not statistically significant RR= 1.12 (95% CI : 0.94-2.05 ; p = 0.466). Mode of delivery also did not correlated to post partum heart failure statistically, with RR = 1.09 (95% CI : 0.55-2.16; p= 0.811). Functional status based on NYHA classification associated with maternal mortality and cardiac morbidity outcome. Power of this study is 50%. Conclusion: Caesarean section delivery clinically increase maternal mortality and cardiac morbidity outcome among pregnant woman with CHD.
Kata Kunci : Pregnancy with congenital heart disease, mode of delivery, congenital heart disease, Kehamilan dengan penyakit jantung bawaan, metode persalinan, penyakit jantung bawaan