PREVALENSI SINDROMA TEROWONGAN KARPAL (CARPAL TUNNEL SYNDROME) PADA PEMBATIK DI KECAMATAN LENDAH, KABUPATEN KULON PROGO
Raden Roro Anindya Nur Lathiva Hanum, Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.S(K); Dr. dr. Cempaka Thursina S S., Sp.S(K); dr. Indra Sari Kusuma Harahap, Ph.D, Sp.S
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Sindroma terowongan karpal merupakan penyakit syaraf yang ditandai dengan adanya kompresi pada nervus medianus yang melintas pada terowongan karpal. Manifestasi klinis dari sindroma ini dapat berupa kebas, kesemutan, nyeri di bagian pergelangan tangan, dan pengurangan fungsi motorik tangan tersebut. Sindroma ini dapat menyerang pada orang-orang yang memposisikan tangannya mengerucut seperti layaknya memegang pensil dengan kurun waktu yang lama, salah satu contohnya adalah pembatik. Walaupun terkesan sepele, sindroma ini merupakan penyakit yang sangat sering terjadi namun sering luput dari pendiagnosisan. Sedangkan studi mengenai prevalensi sindroma ini di Indonesia belum banyak dilaporkan, terutama pada pembatik di Kabupaten Kulon Progo. Pengetahuan data mengenai besaran prevalensi sindroma ini pada pembatik sangat penting karena mengingat proses pembatikan memegang faktor dalam terjadinya sindroma ini. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian untuk melihat besaran prevalensi sindroma ini, terutama di pembatik. Tujuan: Mengetahui besaran prevalensi sindroma terowongan karpal yang terjadi pada pembatik di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian potong lintang. Penelitian ini menggunakan data primer di mana sampel diambil dari penelitian yang dilakukan pada pembatik di beberapa sentra batik di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen untuk pengambilan data sampel menggunakan anamnesis gejala dan pemeriksaan fisik. Hasil: Terdapat prevalensi sindroma terowongan karpal pada pembatik di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo sebanyak 71,79% dengan prevalensi terbanyak pada kelompok umur 20-35 tahun, jenis kelamin perempuan, masa kerja dalam jangka tahun kurang dari atau sama dengan 4 tahun, jenis pekerjaan pecanting, dan indeks masa tubuh normal. Simpulan: Terdapat prevalensi sindroma terowongan karpal pada pembatik di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo sebanyak 71,79%.
Background: Carpal tunnel syndrome is a neuropathy signed by a compression of a nervus medianus in carpal tunnel. Clinical manifestations are can be numbness, tingling, wrist pain, and reduction in motor function of the hand. This syndrome can attack people who have positioned their hands to conical like holding a pencil for a long period of time, for example batik workers. This syndrome occurs very often but often escapes from diagnosis. While studies about prevalence of this syndrome in Indonesia have not been widely reported, especially in batik workers in Kulon Progo Regency. Knowledge of data about prevalence of this syndrome is important because remembering the batik process holds a factor in the occurence of this syndrome. Therefore, research needs to be done to see the prevalence of this syndrome. Aim: Knowing the prevalence of carpal tunnel syndrome in batik workers in Lendah Subdistrict, Kulon Progo Regency. Methods: This study is a descriptive with cross-sectional design. This study uses primary data where samples are taken from several batik centers in Lendah Subdistrict, Kulon Progo Regency by purposive sampling technique. The instruments for collecting sample data are using symptomp anamnesis and physical examination. Result: There is a prevalence of carpal tunnel syndrome in batik workers in Lendah Subdistrict, Kulon Progo Regency. The prevalence is 71,79% with the highest prevalence in the age group 20-35, female sex, years of service less than or equal to 4 years, type of employment as pecanting, and normal body mass index. Conclusion: There is a prevalence of carpal tunnel syndrome in batik workers in Lendah Subdistrict, Kulon Progo Regency as much as 71,79%.
Kata Kunci : Sindroma terowongan karpal, prevalensi, pembatik, Lendah, Kulon Progo