ANALISIS FAKTOR CUACA YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUNJUNGAN PASIEN GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA TAHUN 2013-2017
AINI AZIZAH, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, PhD ; Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, Sp.KJ(K)
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Perubahan iklim dapat berpengaruh terhadap kesehatan, termasuk pula kesehatan mental. Belakangan ini terjadi kenaikan prevalensi gangguan jiwa di Indonesia. Pengobatan gangguan jiwa merupakan pengobatan yang berkelanjutan. Perlu adanya kunjungan yang teratur agar proses pengobatan berjalan baik. Faktor cuaca dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan jiwa. Tujuan: Menganalisis kaitan antara faktor cuaca (suhu udara, kelembaban udara, lama penyinaran matahari dan curah hujan) dengan angka kunjungan pasien gangguan jiwa di Puskesmas Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian studi ekologi. Data yang digunakan adalah data sekunder. Variabel bebas dari penelitian ini yaitu faktor cuaca yang terdiri atas suhu udara, curah hujan, kelembaban udara dan lama penyinaran matahari. Sedangkan variabel terikat penelitian adalah angka kunjungan pasien gangguan jiwa di Puskesmas Kabupaten Bantul, Yogyakarta tahun 2013-2017. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara faktor cuaca dengan angka kunjungan pasien gangguan jiwa di Kabupaten Bantul pada tahun 2013 hingga 2017 baik secara statistik, grafik maupun spasial. Tidak terdapat pula hubungan antara faktor cuaca pada bulan sebelumnya dengan angka kunjungan pasien gangguan jiwa. Hal ini terjadi akibat banyaknya faktor lain selain faktor cuaca yang mempengaruhi kunjungan pasien. Diagnosis pasien gangguan jiwa yang paling banyak ditemukan adalah skizofrenia. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara faktor cuaca (suhu udara, kelembaban udara, lama penyinaran matahari dan curah hujan) dengan angka kunjungan pasien gangguan jiwa.
Background: Climate change can affect health, including mental health. Lately there has been an increase in the prevalence of mental disorders in Indonesia. Treatment of mental disorders is a continuous treatment. Treatment process need a regular visit to health provider. Weather factors can be a factor that affects mental health. Objective: to analyse the correlation between weather factors and mental disorder patient visit rate in Bantul Regency Puskesmas, Yogyakarta Method: This research was observational study with an ecological study design. The data used in this research was secondary data. The independent variabel of this study was weather factor which consists of air temperature, rainfall, humidity and solar radiation. While the dependent variabel was mental disorder patient visit rate in the Bantul Regency Puskesmas, Yogyakarta in 2013-2017. Results: There was no relationship between weather factors and mental disorder patient visit rate in the Bantul Regency Puskesmas, Yogyakarta from 2013 to 2017 both statistically, graphically and spatially. There was also no relationship between weather factors in the previous month and mental disorder patient visit rate. This occurs due to many other factors other than weather factors that affect patient visits. The most common diagnosis of mental disorders patients is schizophrenia. Conclusion: There was no relationship between weather factors and mental disorder patient visit rate in the Bantul Regency Puskesmas, Yogyakarta from 2013 to 2017 �¢ï¿½ï¿½
Kata Kunci : faktor cuaca, angka kunjungan pasien gangguan jiwa, Puskesmas / weather factor, mental disorder patient visit rate, Puskesmas