Laporkan Masalah

PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN PENAMBAHAN ASAM FOSFAT PADA TEPUNG KERABANG TELUR SEBAGAI SUMBER MINERAL TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI AYAM PETELUR

Mandali, Emylia Surya Anita , Prof. Dr. Ir. Tri Yuwanta, S. U., DEA

2011 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan penambahan asam fosfat pada tepung kerabang telur terhadap penampilan produksi ayam petelur. Sebanyak 72 ekor ayam petelur berumur 25 minggu, dibagi ke dalam 6 kelompok yaitu kelompok dengan pakan tepung kerabang dengan ukuran partikel 1 mm dan 0% asam fosfat (K0P1), tepung kerabang dengan ukuran partikel 1 mm dan 3% asam fosfat (K1P1), tepung kerabang dengan ukuran partikel 1 mm dan 4% asam fosfat (K2P1), tepung kerabang dengan ukuran partikel 3 mm dan 0% asam fosfat (K0P2), tepung kerabang dengan ukuran partikel 3 mm dan 3% asam fosfat (K1P2), tepung kerabang dengan ukuran partikel 3 mm dan 4% asam fosfat (K2P2). Masing-masing kelompok diulangi menjadi 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam petelur. Parameter yang diamati yaitu konsumsi pakan, produksi telur, konversi pakan, dan berat telur yang ditimbang pada tiga hari terakhir setiap siklus 28 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi menggunakan rancangan acak legkap pola faktorial dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran partikel dan penambahan asam fosfat pada tepung kerabang telur tidak meningkatkan penampilan produksi ayam petelur dan tidak terdapat interaksi antara ukuran partikel dan level penambahan asam fosfat dalam pakan. Kata kunci : Ayam petelur, Kerabang telur, Asam fosfat, Penampilan produksi.

The aims of the study to determine the effect of particle size and addition of phosphoric acid in mash of shell egg production of laying hens on performance. Seventy two layers of Lohmann Brown strain age of 25 weeks were divided into six group of feeding by mash egg shell with particle size 1 mm and 0% phosphoric acid (K0P1), mash egg shell with particle size 1 mm and 3% phosphoric acid (K1P1), mash egg shell with particle size 1 mm and 4% phosphoric acid (K2P1), mash egg shell with particle size 2 mm and 0% phosphoric acid (K0P2), mash egg shell with particle size 2 mm and 3% phosphoric acid (K1P2), and flour egg shell with particle size 2 mm and 4% phosphoric acid (K2P2). Each group was divided in to three replications and 4 layers. Each parameters measured were feed consumption, egg production, feed conversion, and egg weight that weighing the last three days of each cycle of 28 days. Data were analyzed with varians analyzed by using completely randomized factorial design and to be continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that particle size and addition phosphoric acid in mash egg shell not increased production performance laying hens and there was not interaction between particle size and level of addition of phosphoric acid in feed. Key word: Laying hens, Egg shell mash, Production performance.

Kata Kunci : Ayam petelur, Kerabang telur, Asam fosfat, Penampilan produksi

  1. S1-FPT-2011-EmyliaSuryaAnitaMandali-abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2011-EmyliaSuryaAnitaMandali-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2011-EmyliaSuryaAnitaMandali-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2011-EmyliaSuryaAnitaMandali-title.pdf