Reimagining Chinese Cultural Tradition: The Quandary between Chinese Indonesian Cultural Tradition and Christian Dogma in Indonesia
IRA CHUARSA, Dr. Samsul Maarif; Dr. Leonard Chrysostomos Epafras
2019 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYASecara umum, adalah hal yang lumrah di kalangan orang-orang Cina Indonesia Kristen bahwa mereka harus waspada terhadap praktik tradisi kebudayaan Cina. Hal ini dikarenakan interpretasi dalam pandangan Kristen bahwa tradisi kepercayaan tersebut mistis dan bahkan merupakan bagian dari tradisi keagamaan tertentu, yaitu Konghucu dan/atau Buddha Cina. Isu ini memiliki aspek historis; dari masa kekristenan awal, kemudian ke masa kolonialisme dan dibawa sampai ke konteks masa kini. Paradigma agama yang didominasi Barat sangat berpengaruh terhadap bagaimana tradisi kebudayaan Cina dipercaya (diimajinasikan) bertentangan dengan dogma Kristen. Walaupun pada umumnya orang-orang Cina Indonesia Kristen masih mengambil bagian dalam perayaan dan tradisi kebudayaan Cina sebagai warisan leluhur dan identitas, akan tetapi ritual-ritual yang terkandung di dalamnya tidaklah dirangkul sepenuhnya. Tradisi tertentu diterima dengan baik, sementara yang lainnya ditolak. Penelitian ini memaparkan tekanan terhadap tradisi kebudayaan Cina yang berasal dari dua sisi; akibat dari kebijakan pemerintah pada masa Orde Baru dan akibat dari perspektif imajinasi Kristen melalui era kolonialisme. Sebuah usaha untuk menafsir ulang tradisi kebudayaan Cina dengan menggunakan teori fenomenologi hermeneutik dan konsep kekeluargaan dan kekerabatan Cina, akan memperkaya perspektif orang-orang Cina Indonesia Kristen dalam ranah studi agama dan lintas budaya.
Generally speaking, it is a common knowledge among the Indonesian Chinese Christians that they have to be cautious in practicing the Chinese cultural traditions due to the interpretation in Christianity view toward the cultural beliefs that are basically imagined as superstitious and even part of religious traditions; namely Confucianism and/or Chinese Buddhism. This has historical aspects; from the Early Christianity Era to the Colonialism Era and to the present day context. The West dominant religious paradigm has a great influence on how the Chinese cultural traditions were believed (imagined) were incompatible and contradict to Christian dogma. Even though in general, Indonesian Chinese Christians are still partaking in several occasions of Chinese cultural traditions as part of their cultural heritage and identities, yet they are not fully embracing the rites utterly. Particular traditions are well-accepted while the others are regretfully discarded. This research acknowledges the pressures towards the Chinese cultural traditions that came from both sides: from the state policy on Chinese-ness in the New Order Era and from the imaginary perspective of Christians through the Colonialism Era. An endeavor to reimagine the Chinese cultural traditions using the theory of hermeneutical phenomenology and the Chinese concept of family and kinship, will enrich Indonesian Chinese Christians� perspective in the sphere of religious and cross-cultural studies.
Kata Kunci : culture, tradition, Indonesian, Chinese, Christian, identity