PRODUKTIVITAS INDUK KAMBING PERANAKAN ETAWAH DI KANDANG KELOMPOK SUKOREJO, TURI, SLEMAN, YOGYAKARTA
Ratmoyo, Bayu , Ir. Gede Suparta Budisatria, M.Sc., Ph.D
2011 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas induk kambing Peranakan Etawah (PE) pada sistem pemeliharaan kandang kelompok di kelompok Sukorejo, Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan terhadap 28 ekor induk kambing PE yang beranak dalam periode Januari 2010 sampai Maret 2011 dari 53 induk di kelompok Sukorejo. Data penelitian meliputi service per conception (S/C), tipe kelahiran, litter size , interval kelahiran, panen cempe (kid crop), mortalitas prasapih, berat sapih, indeks reproduksi induk (IRI), dan produktivitas induk. Penelitian dilakukan dengan metode survei yang bersifat deskriptif, pencatatan data yang ada di peternak dan pengamatan langsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Independent Sampel t-test untuk membandingkan perbedaan umur induk PE (umur kurang dari 3 tahun dan umur lebih dari 3 tahun). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) pada interval kelahiran, mortalitas, panen cempe dan produktivitas induk antara induk umur kurang dari 3 tahun dan lebih dari 3 tahun, dengan rerata berturut-turut adalah 293,78±25,19 vs 265,07± 31,04 hari; 4,28±0,47 vs 3,22±0,43 %; 199,90±62,34 vs 217,61±67,27 % dan 19,61±14,45 vs 23,88±13,73 kg/ekor/tahun. Litter size, berat sapih, dan indeks reproduksi induk tidak menunjukkan perbedaan, dengan rerata berturut-turut adalah 1,60±0,35 ekor; 12,74±1,36 vs 12,15±1,42 kg; dan 1,53 ±1,09 vs 1,90 ± 1,07 ekor/tahun. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah produktivitas induk yang dipelihara di kandang kelompok untuk induk umur lebih dari 3 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan induk umur kurang dari 3 tahun. (Kata kunci : Produktivitas, Induk kambing Peranakan Etawah, Kandang kelompok)
The research was conducted to investigate the productivity of Etawah Crossed does kept by farmers at Sukorejo group housing, Turi, Sleman district, Yogyakarta province. The research was carried out by investigating 28 does that was giving birth in one year period (January, 2010 - March, 2011) from 53 does at Sukorejo group housing. Data were consisted of service per conception (S/C), type of birth, litter size, kidding interval, kid crop, pre-weaning mortality, weaning weight, doe reproduction index, and doe productivity. Descriptive survey, available data recording at farmers group and direct measurement methods were applied to collect all data required. Data were analyzed using Independent Sample t-test to compare the different between ages of Etawah Crossed does (less than 3 years and more than 3 years old). The statistical analysis showed that kidding interval, pre-weaning mortality, kid crop and doe productivity were significantly differ (P<0.05) between does aged less than 3 years old and more than 3 years old, the average were 293.78±25.19 days vs 265.07±31.04 days; 4.28±0.47 % vs 3.22±0.43 %; 199.90±62.34% vs 217.61± 67.27 %; and 19.61±14. 45 kg/head/year vs 23.88±13.73 kg/head/year, respectively. Litter size, weaning weight, and doe reproduction index were not significantly differs, the average were 1.60±0.35 head; 12.74±1.36 kg vs 12.15±1.42 kg; and 1.53 ±1.09 head/year vs 1.90±1.07 head/year. It is concluded that productivity of Etawah Crossed does aged more than 3 years old is higher than those of Etawah Crossed does aged less than 3 years old. (Keywords: Productivity, Etawah Crossed does, Group housing)
Kata Kunci : Produktivitas, Induk kambing Peranakan Etawah, Kandang kelompok