PENGARUH PERBANDINGAN MOLEKUL UREA DAN FORMALDEHIDA, DAN SUHU PENGEMPAAN TERHADAP EMISI FORMALDEHIDA SERTA KETEGUHAN REKAT KAYU LAPIS KEMIRI
SUPADI, T. A Prayitno
1995 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk mengambil besarnya emisi gas-formaldehida dan keteguhan rekat kayu lapis karena pengarou faktor perbandingan molekul urea dan formaldehida (molar rasio U/F), serta suhu pengempaan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Rancangan percobaan yang dipergunakan adalah rancangan percobaan acak lengkap (GRD) dengan percobaan faktorial 3 x 3. Tiga level variabel molar rasio U/F adalah 1:1,2 ; 1:1,4 dan 1:1,6 ,sedang tiga level variabel subu pengempaan adalah 90°0, 110°C dan 130°0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa -faktor interaksi dan Bubn pengempaan berpengaruh nyata terhadap emisi, keteguhan rekat kering, kadar air dan berat. jenis. Dan faktor molar rasio U/F berpengaruh nyata terhadap emisi, dan keteguhan rekat kering dan basah. Kayu lapis kemiri yang dihasilkan dari pengaruh kedua perlakuan tersebut menunjukkan bahwa semua kombinasi perlakuan belum memenuhi standar Amerika (THPA, 1966), tetapi pada perlakuan molar rasio U/F 1:1,2 semuanya memenuhi standar Jepang (JAS, 1963) untuk kayu lapis tipe F—1 dan sisanya masuk tipe F—2. Dan sebagian kombinasi perlakuan memenuhi standar negara importer kayu lapis (negara-negara Eropa). Secara umum untuk memperoleh kayu lapis kemiri yang memenuhi standar Indonesia (STT), Amerika (ASTM), dan Jepang (JAS) dapat dipergunakan kombinasi perlakuan molar rasio U/F 1:1,2 dan suhu pengempaan 110^C untuk memperoleh hasil yang optimal.
Kata Kunci : Formaldehida, molekul urea, keteguhan rekat, kayu lapis kemiri