UJI KETURUNAN HALF-SIB Eucalyptus pellita F. Mueli DAN EVALUASI PERTUMBUHANNYA SAMPAI UMUR 8 BULAN DI WANAGAMA I
AGUSTONO, Oemi Hani'in Soeseno
1995 | Skripsi | S1 KEHUTANANUji keturunan half-sib Eucalyptus pellita F. Muell,dimulai dengan seleksi pohon induk di Merauke, Irian Jaya. Benih yang diperoleh disemaikan untuk kemudian ditanam sebagai pertanaman uji di Wanagama I, Gunung Kidul. Tujuan dari uji keturunan ini adalah untuk mengetahui kemampuan adaptasi E. pellita di Wanagama I, menge tahui variasi pertumbuhan tinggi, diameter tanaman dan jumlah cabang, menaksir nilai heritabilitas dalam arti sempit untuk karakter tinggi, diameter tanaman, dan jumlah cabang dan untuk mengetahui korelasi genetik antara karakter tinggi dan diameter tanaman pada umur 8 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD) dengan 103 seed lot, masing-masing seed lot terdiri dari 4 treeplot, 6 blok, dengan jarak tanam 3 x 3 meter. Analisis varian yang digunakan adalah metode Irregular Experiment yang diperkenalkan oleh Wright (1977) oleh karena jumlah seedlot masing-masing blok tidak sama pada umur 8 bulan. Dari hasil analisa menunjukkan E. pellita mempunyai kemampuan adaptasi yang cukup tinggi di Wanagama I dengan persen hidupnya mencapai 73,30%, terdapat variasi diantara seedlot yang diuji untuk karakter tinggi dan diameter tanaman, sedangkan jumlah cabang tidak menunjukkan adanya variasi diantara seedlot. Taksiran nilai heritabilitas yang diperoleh untuk sifat tinggi tanaman secara berurutan pada pengukuran tinggi awal, pertumbuhan meninggi dan tinggi akhir adalah 0,93, 0,24 dan 0,73. Sedangkan untuk sifat diameter batang berturut-turut untuk diameter awal, pertumbuhan diameter, dan diameter akhir adalah 0,81, 0,32, dan 0,44. Korelasi genetik yang diperoleh adalah 0,5823, berarti ada hubungan yang positip antara karakter tinggi dan diameter batang tanaman uji E. pellita di Wanagama I.
Kata Kunci : Half-sib, Eucalyptus pellSta F. Muell, evaluasi keturunana, evaluasi pertumbuhan