STUDI JALUR INTERPRETASI ALAM UNTUK PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI HUTAN MANGUNAN -GIRIREJO YOGYAKARTA
MUCH TAUFIK TRI HERMAWAN, Djuwantoko, Lies Rahayu Wijayanti Faida
1995 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan Jalur Interpretasi Alam dan membandingkan efektifitas antara metode interpretasi pelayanan langsung (dengan pemandu), pelayanan tidak langsung (dengan buku panduan), dan tanpa panduan sama sekali, bagi pemahaman Ekologi Hutan kelompok sasaran yang menempuh Jalur Interpretasi Alam di kawasan Hutan Mangunan-Girirejo. Data penelitian ini diperoleh dengan melakukan pengukuran terhadap pengetahuan Ekologi Hutan responden. Responden adalah murid Sekolah dasar kelas 5 dan 6, dan belum pernah ke lokasi penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengujian efektifitas metode-metode pemanduan dibuat menggunakan post test design. Subyek setelah mengalami perlakuan akan diberi tes dengan alat ukur tentang pengetahuan Ekologi Hutan yang telah diuji kesahihan dan keandalannya. Uji kesahihan dan keandalan alat ukur menggunakan komputasi dari modul Analisis Butir Seri Pemrograman Statistik (SPS). Analisa data terhadap hasil pengukuran pengetaliuan Ekologi Hutan dilakukan dengan komputasi Analisis Varian klasifikasi tunggal dari modul SPS. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan Jalur Interpretasi Alam di Hutan Mangunan-Girirejo memberikan pengaruh positif terhadap pengetaliuan Ekologio Hutan kelompok sasaran. Rerata pengetahuan Ekologi Hutan kelompok kontrol terendah (20,909), dibandingkan dengan kelompok yang menempuh Jalur Interpretasi tersebut baik yang dibimbing pemandu (26,364), dengan buku panduan (23,091), dan tanpa pemanduan (22,091). Perbedaan pengetaliuan Ekologi Hutan ini berbeda nyata, dengan peluang ralat 0,000. Metode interpretasi pelayanan langsung memberikan hasil pengetahuan Ekologi Hutan responden yang berbeda nyata dengan metode pelayanan tak langsung (p = 0,007), dan tanpa pemanduan (p = 0,001). Sedangkan metode pelayanan tak langsung memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan kelompok yang tidak diberi pemanduan (p = 0,606).
Kata Kunci : Jalur interpretasi, pendidikan lingkungan, mangunan