Laporkan Masalah

KINERJA INDUK KAMBING BLIGON BANTUAN UN-FAO PASCA GEMPA DI DESA JOTON DAN DESA GONDANGAN, KECAMATAN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH

Rustadi, Agung Masteriawan, Ir. I Gede Suparta Budisatria, MSc., Ph.D

2009 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kinerja induk kambing bligon di Desa Joton dan Desa Gondangan Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah peternak serta 44 ekor induk di Desa Joton dan 28 ekor induk di Desa Gondangan. Bahan pakan yang diberikan berdasarkan kebiasaan peternak setempat dan kinerja reproduksi diperoleh berdasar hasil wawancara dengan responden. Data yang diamati meliputi konsumsi pakan, konsumsi bahan kering (BK), protein kasar (PK), total digestible nutrients (TDN), konversi pakan, pertambahan berat badan harian (PBBH), kawin setelah beranak, service per conception (S/C), interval kelahiran, dan litter size. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji kovarian untuk PBBH, sedangkan konsumsi pakan, konversi pakan, kawin setelah beranak, S/C, interval kelahiran, dan litter size dianalisis menggunakan Independent Sampel t-test untuk membandingkan kedua desa. Dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada konsumsi pakan (konsumsi BK, PK dan TDN), PBBH dan konversi pakan. Rerata konsumsi pakan, konsumsi BK, konsumsi PK dan konsumsi TDN di desa Joton dan Gondangan berturut-turut adalah 2,03 ± 0,41 vs 5,16 ± 1,10 kg/ekor/hari; 317,87±93,05 vs 714,38±239,44 g/ekor/hari; 34,48±11,85 vs 98,94±30,96 g/ekor/hari dan 165,13±60,23 vs 389,4±145,03 g/ekor/hari. Rerata PBBH dan konversi pakan adalah 19,73 ± 23,3 vs 45,92 ± 39,03 g/ekor/hari dan 7,89 ± 16,08 vs 23,98 ± 14,58. Hasil analisis kinerja reproduksi tidak menunjukan perbedaan diantara dua desa. Rerata kawin setelah beranak, s/c, interval kelahiran, dan litter size di desa Joton dan Gondangan masing-masing adalah 4,04±1,09 vs 4,0±1,06 bulan; 1,59±0,58 vs 1,86±0,59 kali; 8,33±0,58 vs 8,20±0,45 bulan; 1,48±0,50 vs 1,46±0,58 ekor. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah kinerja pertumbuhan di desa Gondangan lebih baik dibandingkan dengan di desa Joton sedangkan kinerja reproduksi tidak menunjukkan perbedaan diantara dua desa. (Kata kunci : Kinerja, Induk kambing Bligon, Desa Joton dan Desa Gondangan)

This research was conducted to identify performance of Bligon does kept by farmers in Joton and Gondangan villages, Jogonalan sub-district, Klaten district, Central Java. The materials is consisted of 44 and 28 Bligon does kept by farmers in Joton and Gondangan villages, respectively. Data to be colleted were consisted of dry matter, crude protein and total digestible nutrients (TDN) intakes, feed conversion, average daily gain (ADG), post partum mating, service per conception, kidding intervals and litter size. Average daily gain was analyzed using covariance analysis with initial bodyweight as covariate, while intake of dry matter, crude protein and total digestible nutrients (TDN), feed conversion, post partum mating, service per conception, kidding intervals and litter size were analyzed using Independent Sample t-test to compare between two differences villages. The results indicated that there were significant differences on feed intake, feed conversion and average daily gain of Bligon does kept by farmers in Joton and Gondangan villages. The average of feed intake, dry matter intake, crude protein intake and TDN 2.03 ± 0.41 kg/head/day vs 5.16 ± 1.10 kg/head/day; 317.87±93.05 g/head/day vs 714.38±239.44 g/head/day; 34.48±11.85 g/head/day vs 98.94±30.96 g/head/day and 165.13±60.23 g/head/day vs 389.4±145.03 g/head/day, respectively. The average daily gain was 19.73 ± 23.3 g/ head/day vs 45.92 ± 39.03 g/ head/day, while feed conversion was 7.89 ± 16.08 vs 23.98 ± 14.58. The result of reproduction performance indicated non significant. The average post partum mating, service per conception, kidding intervals and litter size 4,04±1,09 month vs 4,0±1,06 month; 1,59±0,58 very vs 1,86±0,59 very; 8,33±0,58 month vs 8,20±0,45 month; 1,48±0,50 tail vs 1,46±0,58 tail. It is concluded that Bligon does kept by farmers in Gondangan village have better growth performance than Bligon does in Joton village than reproduction performance indicated non significant. (Keywords: Performances, Bligon does, Joton and Gondangan villages).

Kata Kunci : Kinerja, Induk kambing Bligon, Desa Joton dan Desa Gondangan

  1. S1-FPT-2009-AgungMasteriawanRustadi-Abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2009-AgungMasteriawanRustadi-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2009-AgungMasteriawanRustadi-Tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2009-AgungMasteriawanRustadi-Title.pdf