Laporkan Masalah

PENGARUH BANGSA DAN UMUR POTONG TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN NON KARKAS SAPI JANTAN DI RUMAH POTONG HEWAN AMPEL BOYOLALI

Widayati, Atik , Prof. Dr. Ir. Nono Ngadiyono, MS

2008 | Skripsi | S1 EKSTENSI ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bangsa dan umur potong terhadap persentase karkas dan non karkas (kepala, kulit, kaki, paru-paru, dan hati) pada sapi jantan yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Boyolali. Materi penelitian yang digunakan adalah 120 ekor sapi jantan yang terdiri dari tiga bangsa yaitu Simmental Peranakan Ongole (SIMPO) 40 ekor, Peranakan Ongole (PO) 40 ekor, dan Peranakan Friesian Holstein (PFH) 40 ekor. Masing-masing bangsa dibagi menjadi dua kelompok umur potong yaitu umur potong 1,5 sampai 2,5 tahun dan umur potong di atas 2,5 sampai 4 tahun, sehingga masingmasing kelompok berjumlah 20 ekor. Data yang dikumpulkan meliputi bangsa, umur potong, berat potong, berat karkas, berat daging, berat tulang, berat kepala, berat kulit, berat kaki, berat paru-paru, berat hati, rasio daging dan tulang, persentase karkas dan persentase non karkas. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dari rancangan acak lengkap pola faktorial (3X2) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangsa memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas, persentase daging, persentase tulang, persentase kulit, persentase kaki, persentase paru-paru, persentase hati, dan rasio daging dan tulang, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap persentase kepala. Umur potong memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas, persentase tulang, persentase kepala, persentase kulit, persentase kaki dan rasio daging dan tulang, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap persentase daging, persentase paru-paru, dan persentase hati. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bangsa SIMPO dan PFH memiliki pengaruh lebih tinggi daripada bangsa PO terhadap persentase karkas dan non karkas sapi jantan, kecuali rasio daging dan tulangnya. Umur potong diatas 2,5 sampai 4 tahun memiliki pengaruh lebih tinggi terhadap rata - rata persentase karkas, persentase daging, persentase kulit, dan rasio daging dan tulang dibandingkan umur potong 1,5 sampai 2,5 tahun pada sapi jantan. (Kata kunci : Bangsa, Umur potong, Persentase karkas dan non karkas, RPH Boyolali).

The study was conducted to determine the influence of breed and slaughter age on carcass and external non carcass (head, feet, and hide) of cattle at Boyolali slaughter home. The materials were 120 cattle consisting of three breed were 40 crossing Simmental Ongole crossbreed (SIMPO), 40 crossbreed cattle (PO), and 40 Friesian Holstein grade cattle (PFH). Each breed was devided into two slaughter age groups, they were 1.5 years until 2.5 years, and 2.5 years until 4 years of age, so that each group consisted of 20 cattle. The variables collected included breed, slaughter age, slaughter weight, carcass, meet, bone, head, feet, and hide weight, meat bone ratio, percentage of carcass, and percentage of non carcass. The data collected and were analysed by factorial analysis of variance (3X2) and continued by Duncan’s Multiple Range Test. The results showed that breed influenced significantly (P<0.05) on carcass, meat, bone, hide, feet, lungs, and liver percentage, and meat bone ratio, but did not effect on head percentage. Slaughter age influenced significantly (P<0.05) on carcass, bone, head, hide, and feet percentage, and meat bone ratio, but did not effect on meat, lungs and liver percentage. It could be concluded that breed SIMPO and PFH had more high than PO toward carcass and non carcass percentage of cattle, except meat bone ratio. Slaughter age 2.5 years until 4 years have influence more high than 1.5 years until 2.5 years of cattle toward the average of carcass, meat, and hide percentage, and meat bone ratio. (Key words: Breed, Slaughter age, Carcass and non carcass percentage, Boyolali Slaugtered home).

Kata Kunci : Bangsa, Umur potong, Persentase karkas dan non karkas, RPH Boyolali

  1. S1-FPT-2008-AtikWidayati-Abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2008-AtikWidayati-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2008-AtikWidayati-Tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2008-AtikWidayati-Title.pdf