Laporkan Masalah

MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) (STUDI PADA BUMDes AMARTA, DESA PANDOWOHARJO, KECAMATAN SLEMAN, KABUPATEN SLEMAN)

TYAS WAHYU FADHILA, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Hampir pada setiap era pemerintahan, pembangunan desa menjadi prioritas, akan tetapi hal tersebut belum dapat mengangkat desa dari kondisi kemiskinannya. Desa dan penduduk desa tentu terkena dan terlibat dalam kegiatan pembangunan walau sumbangannya kurang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan pendekatan "elitis". Melalui UU Desa Pemerintah memberikan kewenangan kepada desa untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa sebagai sebuah badan yang diharapkan mampu menjadi penggerak perekonomian desa. Keberadaan BUMDes tentu tidak dapat dipisahkan dari modal sosial yang ada di masyarakat desa. Masyarakat desa telah lama dikenal sebagai masyarakat yang memiliki modal sosial yang kuat di dalam menjalani hidup. Berangkat dari latar belakang tersebut, penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi bagaimana peran modal sosial dalam mendukung keberhasilan pengelolaan BUMDes Amarta. Banyak kajian yang menyebutkan peran modal sosial dalam keberhasilan pengelolaan sebuah lembaga serta peran modal sosial menyelesaikan masalah bersama. Penelitian ini melakukan kajian dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada informan secara langsung dan studi literatur yang relevan dan dokumen/data dari lembaga/instansi maupun dari media yang kredibel baik cetak maupun online. Informan dalam peneltian ini berjumlah 39 orang yang terdiri dari Kepala Dinas PMD Kab. Sleman, Kepala Desa Pandowoharjo, pengurus dan pegawai BUMDes, masyarakat yang terlibat dalam proses pendirian dan/atau menjalin kerjasama dengan BUMDes Amarta serta masyarakat Desa Pandowoharjo. Untuk memastikan keabsahan data dilakukan triangulasi dengan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memberikan pengaruh yang besar di dalam pengelolaan BUMDes Amarta. Kepercayaan memiliki peranan yang paling menonjol dalam proses pendirian BUMDes Amarta, sedangkan dalam proses pengembangan BUMDes Amarta, jaringan merupakan jenis modal sosial yang memiliki pengaruh terbesar. Kurangnya sosialisasi dari pengurus BUMDes kepada masyarakat pada level akar rumput berakibat pada rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai BUMDes Amarta. Dalam pengembangan ekonomi, BUMDes Amarta berupaya untuk menjembatani antara pelaku UMKM lokal khususnya yang bergerak di bidang kuliner dan kerajinan batik di Desa Pandowoharjo dengan pihak-pihak di luar desa, namun upaya tersebut belum mampu menciptakan pemerataan ekonomi di Desa Pandowoharjo.

In almost every era of government, village development is a priority, but this has not been able to lift the village from its poverty condition. Villages and villagers are certainly exposed to and involved in development activities even though their contribution is not reflected in economic growth based on the "elitist" approach. Through the Village Law the Government gives authority to the village to establish a BUMDes as a institution that is expected to be able to drive the village economy. The existence of BUMDes certainly cannot be separated from the social capital in the village community. Village communities have long been known as people who have strong social capital in living life. Based on this background, this study seeks to explore how the role of social capital in supporting the successful management of BUMDes Amarta. Many studies mention the role of social capital in the successful management of an institution and the role of social capital in solving common problems. This study was conducted using a qualitative approach. Data collection is done through interviews with informants directly and reviewing relevant literature and documents / data from institutions / agencies and from credible media both print and online. The informants in this research amounted to 39 people consisting of the Head of the PMD Department Kab. Sleman, Head of Pandowoharjo Village, management and employees of BUMDes Amarta, communities involved in the establishment process and / or cooperating with BUMDes Amarta and Pandowoharjo Village community. To ensure the validity of the data triangulation is done using technique triangulation and source triangulation. The results of the study show that social capital has a large influence in the management of BUMDes Amarta. Trust has the most prominent role in the process of establishing BUMDes Amarta, while in the process of developing BUMDes Amarta, networks are the type of social capital that has the greatest influence. The lack of socialization from the BUMDes management to the community at the grassroots level resulted in a low public knowledge about BUMDes Amarta. In economic development, the BUMDes Amarta seeks to bridge between local MSME actors, especially those engaged in culinary and batik handicrafts in Pandowoharjo Village with parties outside the village, but these efforts have not been able to create economic equality in Pandowoharjo Village.

Kata Kunci : modal sosial, BUMDes, pengembangan potensi ekonomi, kepercayaan, jaringan

  1. S2-2017-418995-abstract.pdf  
  2. S2-2017-418995-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-418995-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-418995-title.pdf