Analisis Penentuan Prioritas Alternatif Pengadaan Benih Bawang Merah di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta
NUNIK ASRI ASTUTI, Pujo Saroyo; Jumeri
2019 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANSalah satu masalah utama yang dihadapi dalam usaha peningkatan produksi bawang merah ialah terbatasnya ketersediaan benih bawang merah bermutu pada saat dibutuhkan petani. Keberhasilan produksi bawang merah sangat dipengaruhi oleh kualitas benih yang dipakai. Benih yang bermutu adalah benih yang sudah melakukan sertifikasi. Petani dihadapkan pada pilihan untuk membeli benih atau menghasilkan benih sendiri dalam mendapatkan benih bawang merah yang berkualitas sehingga dapat menghasilkan produksi bawang merah yang baik dan banyak. Untuk dapat meningkatkan produksi bawang merah melalui pengadaan benih bawang merah maka perlu dilakukan analisis faktor penentu pengambilan keputusan pengadaan benih bawang merah yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Bantul dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dan prioritasnya dalam pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Bantul. Penelitian dilakukan terhadap 30 petani bawang merah di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif terhadap kriteria-kriteria penentu pengambilan keputusan pengadaan benih bawang merah. Metode yang digunakan adalah Analytical Network Process (ANP) untuk mengetahui kriteria dan alternatif mana yang paling diprioritaskan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 kriteria faktor yang menentukan keputusan pengadaan benih bawang merah petani di Kretek, Bantul yaitu : benih (kualitas benih dan varietas benih), distribusi (ketersediaan saat dibutuhkan, ketepatan waktu, dan jarak tempat produksi), sumber daya (luas lahan dan pendapatan), pelayanan (kemudahan komunikasi dan informasi), serta biaya (tingkat harga/pengeluaran). Faktor kriteria yang paling diprioritaskan oleh petani dalam pengambilan keputusan pengadaan benih bawang merah adalah kriteria pendapatan dengan bobot sebesar 0,205, kriteria luas lahan dengan bobot sebesar 0,0966, dan kriteria varietas benih dengan bobot sebesar 0,0941. Berdasarkan penggunaan kriteria, pengadaan benih bawang merah yang memiliki prioritas pertama adalah dengan memproduksi benih sendiri, dan prioritas kedua adalah membeli benih bawang merah.
One of the main problems faced in an effort to increase shallot production is the limited availability of quality shallot seeds when needed by farmers. The success of shallot production is strongly influenced by the quality of the seeds used. Quality seeds are seeds that have already been certified. Farmers are faced with the choice to buy seeds or produce their own seeds in obtaining quality shallot seeds so that they can produce good and many shallots production. To be able to increase the production of shallots through the procurement of shallot seeds, it is necessary to analyze the determinants of decision making for the procurement of shallots which aims to identify factors that influence the procurement of shallot seeds in Bantul Regency and analyze the factors that influence and prioritize procurement of shallot seeds in Bantul Regency. The study was conducted on 30 shallot farmers in Kretek Subdistrict, Bantul Regency through purposive sampling and snowball sampling techniques. Data were analyzed descriptively on the determinants of decision making in the procurement of shallot seeds. The method used is the Analytical Network Process (ANP) to find out which criteria and alternatives are the most prioritized by farmers. The results showed that there were 9 criteria that determine the decision to procure farmers' shallot seeds in Kretek, Bantul. It is seeds (seed quality and seed varieties), distribution (availability when needed, timeliness, and distance of production sites), resources (area land and income), services (ease of communication and information), and costs (price / expenditure level). The most prioritized criteria by farmers in making decisions on the procurement of shallots are the criteria of income with a weight of 0.205, criteria for land area with a weight of 0.0966, and criteria for seed varieties with weights of 0.0941. Based on the use of criteria, which has the first priority is by producing its own seeds, and the second priority is to buy shallot seeds.
Kata Kunci : Analytical Network Process, Bawang Merah, Benih, Pengadaan