Laporkan Masalah

Eefektivitas Bank Sampah Meduran sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah (Studi Deskriptif pada Program Bank Sampah Meduran Binaan PT.Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur)

RIDHOTUL ISLAM YUSNIDA, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penanganan sampah pada masa ini menitikberatkan pada perubahan paradigma pengelolaan sampah lama end of pipe menuju paradigma baru melalui prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle). Salah satu upaya penanganan sampah yang saat ini dimasifkan oleh pemerintah adalah pembentukan bank sampah dimasing-masing kota. Bank sampah dibentuk dengan tujuan merubah pola pikir masyarakat mengenai sampah yang selama ini dianggap sebagai barang yang tidak bernilai jual. Dengan fokus berpusat pada partisipasi masyarakat, adanya bank sampah ini diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah dan merubah pola perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kepedulian mengenai pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun masyarakat, melainkan juga menjadi tugas sektor privat yang turut serta dalam memproduksi sampah melalui kegiatan operasional perusahaan. Kepedulian perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dapat diwujudkan dengan menjadi fasilitator pembentukan bank sampah melalui pengumpulan dana CSR perusahaan. Salah satu perusahaan yang menjadi fasilitator pembentukan bank sampah adalah PT Petrokimia Gresik. Pembentukan Bank Sampah Meduran dianggap perusahaan sebagai langkah yang paling tepat untuk merespon permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan efektivitas Bank Sampah Meduran sebagai alternatif pengelolaan sampah serta kaitan antara Bank Sampah Meduran dengan Pengembangan Masyarakat. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan sumber data sekunder dengan jumlah informan sebanyak 14 orang. Secara garis besar efektivitas Bank Sampah Meduran yang berdiri sejak akhir tahun 2011 berada pada kategori belum efektif dengan melihat dari tiga indikator penilaian. Indikator penilaian didasarkan pada Peraturan Menteri No.13 Tahun 2012 dan visi-misi bank sampah. Hasil masing-masing komponen menunjukkan bahwa belum semua standar pelaksanaan manajemen bank sampah diimplementasikan serta capaian bank sampah belum sesuai dengan visi maupun misi yang ditetapkan. Reaksi peserta program bank sampah belum secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan investasi dan pengelolaan sampah. Kaitan Bank Sampah Meduran dengan Pembangunan Masyarakat dapat dilihat dari inisiatif lokal, partisipasi dan kreativitas. Gagasan/ide pendirian bank sampah berasal dari dua warga Dusun Meduran sebagai respon atas permasalahan sampah di wilayahnya. Selain itu, para pengurus Bank Sampah Meduran merupakan ibu-ibu anggota PKK Dusun Meduran. Partisipasi masyarakat dalam program Bank Sampah Meduran menunjukan kurangnya kesadaran warga Desa Roomo dan Nasabah dalam berpartisipasi dalam pengelolaan sampah,yang ditandai dengan rendahnya intensitas menabung dan kesadaran pengurangan sampah. Sedangkan pada aspek kreatifitas, nasabah belum sepenuhnya memanfaatkan sampah menjadi barang baru yang memiliki nilai guna. Sampah hanya dipandang dapat menghasilkan dengan dijual secara langsung kepada Bank Sampah Meduran maupun pengepul.

The handling of waste at this time focuses on changing the paradigm of managing the old end of pipe waste towards a new paradigm through the principle of 3R (Reduce, Reuse, Recycle). One of the waste management efforts currently envisaged by the government is the establishment of garbage banks in each city. Waste banks are formed with the aim of changing the mindset of the community regarding waste which has been considered as a non-selling item. With a focus centered on community participation, the existence of this waste bank is expected to reduce landfill and change people's behavior patterns in waste management. Concern about waste management is not only the responsibility of the government and the community, but also becomes a private sector task that participates in producing waste through the company's operational activities. The company's concern in environmental management can be realized by becoming a facilitator of the establishment of a waste bank through corporate CSR fund raising. One of the companies that became the facilitator of the establishment of a waste bank was PT Petrokimia Gresik. The establishment of the Meduran Waste Bank is considered by the company as the most appropriate step to respond to these problems. This research uses descriptive qualitative methods to describe the effectiveness of Meduran Waste Bank as an alternative to waste management and the link between Meduran Waste Bank and Community Development. Data collection techniques used in the study were observation, interviews, documentation and secondary data sources with the number of informants as many as 14 people. Broadly speaking, the effectiveness of the Meduran Waste Bank which was established at the end of 2011 is in the category of not yet effective by looking at three indicators of assessment. Assessment indicators are based on Ministerial Regulation No.13 of 2012 and vision and mission of the waste bank. The results of each component show that not all standards for the implementation of waste bank management have been implemented as well as the achievement of the waste bank is not in accordance with the vision and mission specified. The reaction of the waste bank program participants has not actively participated in investment and waste management activities. Linkages to the Waste Bank Meduran with Community Development can be seen from local initiatives, participation and creativity. The idea / idea of establishing a waste bank originated from two residents of Meduran Hamlet in response to the garbage problem in the area. In addition, the management of the Meduran Waste Bank were the PKK members of Meduran Hamlet. Community participation in the Meduran Waste Bank program shows the lack of awareness of the residents of Roomo and Customers in participating in waste management, which is characterized by low intensity of savings and awareness of waste reduction. While in the aspect of creativity, customers have not fully utilized waste to become new items that have use value. Waste is only considered to be able to produce by being sold directly to Meduran Waste Banks and collectors.

Kata Kunci : Bank Sampah,Efektifitas, Pembangunan Masyarakat

  1. S1-2019-384243-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384243-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384243-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384243-title.pdf