THE INFLUENCE OF MARINE LE PEN'S LEADERSHIP ON THE INCREASE OF ELECTORAL SUPPORT FOR FRANCE'S NATIONAL FRONT PARTY
ALETHEA CARASI W P, Dr. Siti Muti'ah Setyawati, M.A.
2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALTujuan dari skripsi ini adalah untuk memahami bagaimana Partai National Front di bawah administrasi Marine Le Pen dapat membawa lebih banyak dukungan pemilu atau suara, dibandingkan dengan Partai National Front di bawah administrasi sebelumnya oleh ayahnya, Jean Marie Le Pen. Sejak didirikannya partai politik sayap kanan bernama Partai National Front (FN) di tahun 1972, partai tersebut sudah lama hanya dapat memenangkan jumlah pendukung rata-rata yang rendah dalam pemilihan umum. Meski begitu, ketika Marine Le Pen mengambil alih kepemimpinan partai dari Jean Marie Le Pen di tahun 2011, hasil suara yang diperoleh bertambah dua kali lipat dalam jumlah, khususnya dari kalangan pemilih perempuan dan kaum muda. Peneliti berargumen bahwa perluasan identitas partai dan program partai dari Marine Le Pen supaya menjadi lebih sesuai dengan identitas dan masalah yang dihadapi kelompok pemilih yang terlewatkan (kaum muda dan perempuan), dengan tetap menjadi inklusif terhadap partisan sayap kanan yang lebih lama menjadi pendukung, adalah faktor-faktor yang meningkatkan favorabilitas pemilih terhadap Partai National Front dalam pemilu terakhir. Teori-teori yang dipakai adalah konstruktivisme dari Alexander Wendt dan Social Identity Theory dari Tajfel dan Turner, yang secara esensial menempatkan kepemimpinan Marine Le Pen sebagai faktor yang mengubah makna Partai National Front di mata publik. Peneliti akan menggunakan analisis kualitatif dalam analisis perbedaan di komposisi partai dan nilai-nilai di dua era kepemimpinan yang berbeda, lalu menganalisa relevansi dari perubahan tersebut terhadap pemilih. Kedua, penulis juga akan menganalisa program politik yang dicanangkan oleh Jean Marie Le Pen untuk pemilu presiden tahun 2002 dan oleh Marine Le Pen untuk pemilu presiden tahun 2017, mereferensikan dua perolehan hasil pemilu terbaik dalam sejarah kepemimpinan Partai National Front yang berbeda. Peneliti lalu akan menginvestigasi relevansi dari kedua program partai dengan identitas kelompok pemilih Prancis serta isu-isu yang berkaitan dengan identitas mereka. Hasil dari skripsi ini akan mengindikasikan bahwa identitas dan program partai Marine Le Pen memiliki lebih banyak kesamaan atau representatif dengan jumlah kelompok pemilih yang lebih banyak dibandingkan dengan identitas dan program partai Jean Marie Le Pen, yang berakibatkan favorabilitas dalam pemilu yang lebih tinggi.
The purpose of this thesis is to comprehend how the National Front Party under the administration of Marine Le Pen is able to garner more electoral support (votes) vis-a-vis the National Front Party under the previous administration of her father, Jean Marie Le Pen. Since the establishment of the far-right political party called the National Front (FN) in 1972, the party had been traditionally gaining low number of supporters in average in the elections. However, when Marine Le Pen took over the party leadership from Jean Marie Le Pen in 2011, the party's electoral gain has doubled in numbers, particularly among female and youth voters. The researcher argues that Marine Le Pen's expansion of party identity and party programme to also fit with the previously outlooked voter groups (the youth and females) identity and problems, whilst remaining sufficiently inclusive towards the old, far-right partisans, is the factor to the voters'increased favourability towards the National Front Party in the last election. The theories that are used are constructivism by Alexander Wendt and Social Identity Theory by Tajfel and Turner, which essentially puts Marine Le Pen's leadership as a factor which changes the meaning of the National Front Party in the public eye. The researcher will use qualitative analysis on the differences in the party composition and values in two different eras of administration, then assess its relevance to its voters. Secondly, the researcher will also analyse the political programmes made by Jean Marie Le Pen for the 2002 Presidential election and by Marine Le Pen for the 2017 Presidential election, referring to the best electoral results for the National Front Party in two different party leadership eras. The researcher will then proceed to investigate the relevance of both programmes to the French group voters' identity and identity-related issues. The results of the thesis will indicate that Marine Le Pen's identity and programmes have born more similarities to a larger number of voter groups than Jean Marie's identity and programmes, resulting in higher (electoral) favourability.
Kata Kunci : constructivism, far-right ideologies, France, Jean Marie Le Pen, Marine Le Pen, the National Front, party political programmes, presidential election, Social Identity Theory (SIT)