Laporkan Masalah

STUDI MODAL KERJA INDUSTRI GONDORUKEM DAN TERPENTIN SUKUN KPH LAWU Ds

VERONICA IKA ROSANA, Ir. Siswantoyo Dipodiningrat, MS.

1994 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTAN

Industri hasil hutan non kayu yang mengolah getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin mulai mendapat perhatian khusus oleh pemerintah, karena akhir-akhir ini pemasaran kayu jati sebagai produk utama di Perhutani sudah mulai lesu. Luas hutan pinus di KPH Lawu Ds sendiri 27,952,9 Ha, hal ini berarti di KPH tersebut sangat potensial sekali dalam pengembangan gondorukem dan terpentin khususnya pada pabrik yang terletak di Sukun, Ponorogo. Pengembangan pabrik tersebut sangat tidak lepas dari masalah dana atau modal kerja, sebagai sumber kehidupan perusahaan dalam pembiayaan operasi perusahaan, sesuai dengan bidang usahanya, misalnya pembelian bahan baku, bahan pembantu, pembayaran upah buruh, dan sebagainya dengan harapan melalui penjualan perusahaan akan memperoleh kembali dana yang telah dikeluarkan tersebut . Berdasar pemikiran tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui besar modal kerja dan berbagai tipe modal kerja serta tingkat perputarannya, sehingga setelah ditemukan berapa besar kebutuhan modal kerjanya, maka dapat ditentukan sumber-sumber dana mana yang nanti akan dialokasikan. Data diambil dari data primer dan data sekunder selama tahun 1991 dan 1992 yaitu dengan mencatat dan mengamati secara langsung proses produksinya, serta mengambil data dari laporan-laporan baik dari pihak-pabrik maupun KPH Lawu Ds. Data kemudian dikelompokkan dan dianalisis. Hasil yang diperoleh sebagai berikut: * Rata-rata tingkat perputaran dan kebutuhan modal kerja: - Modal kerja Primer 1991 : Rp.162.049.022,64 ; 1,54 bulan - Modal kerja Primer 1992 : Rp.124.792.280,40 ; 1,05 bulan - Modal kerja Normal 1991 :Rp.8.673.656.062,30 ;2,59 bulan - Modal kerja Normal 1992 : Rp .8.583.319.633,59 ;1,53 bulan - Modal kerja Musiman 1991 : Rp.4.080.578.615.803,59; 1,50 bulan - Modal kerja Musiman 1992 : Rp .4.849.073.192,00; 1,21 bulan - Modal kerja Darurat 1991 : Rp.6.775.713.881.81; 2,99 bulan - Modal kerja Darurat 1992 Rp .2.633.362.196,47; 1,79 bulan

Kata Kunci : -

  1. S1-FKT-1994-67153-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1994-67153-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1994-67153-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1994-67153-title.pdf