Laporkan Masalah

Reaktualisasi Perjuangan Nahdlatul Ulama dalam Mewujudkan Kedaulatan Sumber Daya Agraria (Studi Gerakan Demokrasi Radikal pada Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam)

Asri Widayati, Drs. Suparjan, M.Si.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan terjadinya reaktualisasi perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) atas isu sumber daya agraria melalui kemunculan Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) pada 2013. Menggunakan perspektif teori gerakan demokrasi radikal dari Ernesto Laclau dan Chantal Moufffe artikel ini mengkaji fenomena perjuangan NU atas sumber daya agraria. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan variasi studi kasus spesifik tipe single case study. Hasil dari penelitian ini menunjukkan banyaknya kasus perampasan ruang hidup, ketimpangan kepemilikan sumber daya alam, dan berbagai kondisi agraria lainnya yang menimpa nahdliyyin di berbagai daerah. Berbagai kondisi tersebut disikapi dalam bentuk artikulasi oleh para kaum muda NU yang ternyata telah mengalami perkembangan, yakni tidak sekadar melayangkan kritik terhadap pemerintah, khususnya Orde Baru saat itu. Namun, telah menginisiasi terbangunnya gerakan di masa pasca reformasi dengan meradikalisasi ruang politik selayaknya menuju situasi yang lebih demokratis. FNKSDA bergerak non-struktural dalam tubuh NU. Meski demikian, 'budaya dan identitas baru politiknya' justru tampil mewakili watak progresif NU.

This research is aimed to explain the reactualization of Nahdlatul Ulama (NU) struggle event over agrarian resources related to the emergence of Front Nahdliyyin for the Sovereignty of Natural Resources (FNKSDA) in 2013. The phenomenon of NU struggle over agrarian resources is analyzed built by referring to the theoretical perspective of radical democracy movement proposed by Ernesto Laclau and Chantal Mouffe. This research uses qualitative method of specific case study variation type single case study. The research result shows many cases of living space deprivation, inequality of natural resources ownership, and other which fall on nahdliyyin in several regions. Directly, the young members of NU which have been experiencing development do not just criticize the government at the time, however, in a further way, they have initiated the formation of movement in post-reformation era by radicalizing political space which should be more democratic. FNKSDA does not move structurally but it moving inside of NU culturally. The new 'political identity and culture' are precisely representing the progressive characteristic of NU.

Kata Kunci : FNKSDA, Radical Democracy Movement, Progressive Young Nahdliyyin

  1. S1-2019-378657-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378657-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378657-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378657-title.pdf