Laporkan Masalah

PERBEDAAN BLEACHING MENGGUNAKAN KARBAMID PEROKSIDA 10% DAN 20% TERHADAP PERUBAHAN WARNA PADA RESTORASI RESIN KOMPOSIT NANOFIL DENGAN PEWARNAAN KURKUMIN

FRIDA MARTHANIA FANI, drg. Wignyo Hadriyanto, M.S, Sp. KG (K); Dr. drg. Ema Mulyawati, M.S, Sp. KG (K)

2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGI

Bleaching merupakan tindakan untuk mencerahkan warna gigi dan restorasi gigi. Tindakan bleaching dapat mengembalikan warna restorasi gigi yang mengalami perubahan warna karena penggunaan obat kumur kurkumin dalam jangka waktu yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bleaching menggunakan karbamid peroksida 10% dan 20% terhadap perubahan warna pada restorasi resin komposit nanofil dengan pewarnaan kurkumin. Subjek penelitian ini yaitu 12 buah resin komposit nanofil (Filtek Z350) berbentuk diskus dengan diameter 10 mm dan tebal 2 mm yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Seluruh spesimen direndam dalam saliva buatan selama 24 jam dengan suhu 37 derajat Celcius kemudian direndam dalam 10 ml obat kumur kurkumin 1% selama 24 jam. Pengukuran warna spesimen awal dilakukan menggunakan kromameter. Spesimen pada kelompok A diberi perlakuan bleaching menggunakan karbamid peroksida 10% dan kelompok B diberi perlakuan bleaching menggunakan karbamid peroksida 20% selama 14 hari kemudian dilakukan pengukuran warna spesimen akhir menggunakan kromameter. Perhitungan perubahan warna pada seluruh spesimen dilakukan menggunakan metode CIE L*a*b dan kalkulasi dilakukan menggunakan rumus E*=[(L*)2+(a*)2+(b*)2]1/2. Analisis data dilakukan menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata perubahan warna (E) setelah perlakuan bleaching menggunakan karbamid peroksida 10% dan 20% yaitu masing-masing sebesar 15,48 dan 15,61. Hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,948 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara pengaruh perlakuan bleaching menggunakan karbamid peroksida 10% dan 20% pada resin komposit nanofil yang mengalami perubahan warna akibat penggunaan obat kumur kurkumin.

Bleaching is a treatment to brighten the colour of teeth and dental restoration. Bleaching treatment can turn the colour of dental restoration back which had discoloration because of curcumin moutwash usage for a long time. This study aimed to know the difference of bleaching using 10% carbamide peroxide and 20% carbamide peroxide on nanofill composite resin after soaked in curcumin mouthwash. The specimens in this study were 12 discs of nanofill composite resin (Filtek Z350) with 10 mm diameter and 2 mm thickness which were divided into 2 groups. All specimens were soaked in artificial saliva for 24 hours at 37 degrees Celcius then soaked in 10 ml of 1% curcumin mouthwash for 24 hours. Furthermore, initial colour measurement were conducted using chromameter. Group A were given bleaching procedure using 10% carbamide peroxide and group B were given bleaching procedure using 20% carbamide peroxide for 14 days then final colour measurement was conducted. Measurement of all specimens were conducted using CIE L*a*b method and calculated with E*=[(L*)2+(a*)2+(b*)2]1/2 form. At last, the data were analyzed using independent t-test. The result showed that the average of colour change (E) after bleaching procedure with 10% carbamide peroxide and 20% carbamide peroxide were 15.48 and 15.61. The statistical result showed that the significance value is 0.948 (p>0.05). It could be concluded from the result that there was no significance difference between bleaching using 10% carbamide peroxide and 20% carbamide peroxide to discoloration of nanofill composite resins caused by curcumin mouthwash usage.

Kata Kunci : Perubahan warna, Resin komposit nanofil, Kurkumin, Bleaching, Karbamid peroksida

  1. S1-2019-382682-abstract.pdf  
  2. S1-2019-382682-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382682-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382682-title.pdf