Laporkan Masalah

Analisis Kredit pada UPT Pengelolaan Dana Penguatan Modal (PDPM) BKAD Kabupaten Sleman

WINDA KURNIA INDAH, Dr. Sumirah, M.Si., Ak., CA. ; Rumiyati, S.E., M.Sc.

2019 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSI

Pemberian kredit dalam bentuk penguatan modal kepada masyarakat merupakan salah satu cara pemerintah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha ekonomi produktif. Pemberian kredit oleh UPT PDPM dalam bentuk penguatan modal salah satunya ditujukan kepada kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Kredit yang diberikan bagi kelompok ini menyumbang jumlah piutang menunggak yang cukup besar dibandingkan dengan kelompok lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana cara untuk meminimalisir jumlah tunggakan masyarakat dengan menerapkan metode 6C dalam melakukan penilaian kredit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif, analisis kredit berdasarkan teori 6C, dan analisis Non Performing Loan (NPL). Data yang digunakan adalah data primer yang diambil melalui proses wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 86,96% piutang yang menunggak disebabkan oleh faktor internal kelompok dan 13,04% disebabkan oleh adanya kegagalan usaha, hal ini mengindikasikan bahwa penilaian UPT PDPM terhadap kelayakan kelompok untuk diberikan kredit sudah cukup baik namun masih ada kekurangan karena dalam proses penilaian kredit pihak pemberi kredit baru menggunakan aspek character dan condition of economy namun belum menggunakan aspek lain, sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam penerapan beberapa aspek 6C untuk meminimalisir jumlah piutang yang menunggak.

Credit loans in the form of capital reinforcing funds to the community is one of the government ways to improve people's welfare through productive economic efforts. The provision of credit by UPT PDPM as a capital reinforcing is directed to the Prosperous Family's Income Improvement Business Group (UPPKS). Loans which given to this group contributes significant amount of delinquent receivables than the other groups. This study aims to find out how to minimize the number of arrears by applying the 6C method in conducting credit assessments. The method used in this study is descriptive analysis method, credit analysis based on 6C theory, and analysis of Non Performing Loans (NPL). The data used are primary data taken through the interview process and documentation. The results of this study indicate that 86.96% of delinquent receivables are caused by group internal factors and 13.04% due to business failure, this indicates that the UPT PDPM's assessment of the group's eligibility for credit is good enough but there are still has shortcomings because in the credit appraisal process, the new credit provider uses the character and condition of economy aspect but has not used other aspects, so it needs to be improved by applying some aspects of 6C to minimize the amount of delinquent receivables.

Kata Kunci : Kredit, UPT Pengelolaan Dana Penguatan Modal, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera, Non Performing Loan, 6C, Sleman

  1. D3-2019-400797-abstract.pdf  
  2. D3-2019-400797-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-400797-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-400797-title.pdf