Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan bagi Narapidana Kelompok Rentan dan Risiko Tinggi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang
Adi Setya Desta Landya, Niken Subekti Budi Utami, S.H.,M.Si.
2019 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan kendala dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi Narapidana lanjut usia dan risiko tinggi di Lembaga Pemasyarakatan. Selain itu, juga untuk mengetahui solusi-solusi yang diambil untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif empiris dengan sifat deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dengan narasumber dan responden serta data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian kemudian akan dianalisis menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Narapidana lanjut usia dan risiko tinggi telah mendapatkan pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif selama berada di Lembaga Pemasyarakatan meskipun belum maksimal karena terdapat beberapa ketentuan dalam Standar Pemasyarakatan yang belum terlaksana. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan, terdapat mekanisme rujukan pada fasilitas kesehatan diluar Lembaga Pemasyarakatan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan. Terkait dengan pembiayaan, tidak semua Narapidana bisa mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, hanya Narapidana fakir miskin dan tidak mampu saja yang bisa mendapatkan jaminan pembiayaan dari pemerintah. Terdapat beberapa kendala dalam pelayanan kesehatan antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, obat-obatan, tenaga kesehatan dan anggaran. Atas kendala yang dihadapi, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang telah melakukan usaha-usaha untuk mengatasi kendala tersebut agar pelayanan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan tetap berjalan optimal.
This research aims to know the implementation and the constraints in the implementation of health services for elderly and high-risk prisoners in Correctional Institutions. This research is categorized into empirical normative with descriptive type. Primary data is gathered by direct interview with respondents and informants while the secondary data is obtained by literature study which further analyzed using qualitative method. Based on the research, it can be concluded that elderly and high-risk prisoners have obtained fulfillment of the right to health services both promotive, preventive, curative, and rehabilitative while in Correctional Institutions, although not yet maximally because there are several provisions in the Correctional Standards that have not been implemented. There is a referral mechanism to health facilities outside the Correctional Institution and regular evaluation and monitoring to improve the quality of health services. Regarding financing, not all prisoners can get guaranteed funding for health services, only poor and inadequate prisoners can get government funding guarantees. It�s just still facing several constraints, including limited of health supporting facilities, medicines, health workers and budget. Class 1 Correctional Institution of Semarang has made efforts to overcome the constraints so that health services in Correctional Institutions can run optimally.
Kata Kunci : pelayanan kesehatan, Narapidana lanjut usia, Narapidana risiko tinggi, lembaga pemasyarakatan